Viral Guru di Jakarta Ketahuan Gadaikan Laptop Muridnya

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang guru pengganti di salah satu SMA di Jakarta diduga menggadaikan laptop milik muridnya.

Video tersebut diunggah akun Threads @_ssbrin dan menampilkan momen ketika guru Sosiologi berinisial SRA diminta segera mengembalikan laptop yang dipinjamnya.

Dalam unggahan itu terungkap bahwa laptop yang digadaikan ternyata milik kakak dari salah satu siswa yang diajar oleh SRA di sekolah.

“SAR, guru pengganti SMA di Jakarta gadai laptop muridnya,” tulis pengunggah video  Minggu, 10 Mei 2026.

Pengunggah juga menjelaskan bahwa SRA baru sekitar dua minggu menjalani tugas sebagai guru pengganti di sekolah tersebut.

“Memanipulasi murid-murid untuk meminjamkan laptop, ternyata digadai. Ternyata udah sering, gali lubang tutup lubang. Baru kena sekarang karena baru saya yang berani usut,” tulisnya.

Pemilik laptop merasa kesal karena perangkat tersebut dipakai untuk keperluan kuliah dan mengerjakan skripsi.

Dalam penjelasannya, pengunggah mengatakan bahwa pada Jumat, 8 Mei 2026, adiknya yang masih duduk di bangku SMA meminjam laptop dengan alasan akan digunakan untuk kerja kelompok.

Namun sekitar pukul 21.30 WIB, sang adik pulang tanpa membawa laptop tersebut dan beralasan perangkat itu masih dipakai mengerjakan tugas.

Saat diminta mengambil kembali laptopnya sekitar pukul 22.30 WIB, adiknya baru mengaku bahwa laptop tersebut sedang dipinjam oleh guru SRA.

“Saya tanya adik kenapa mau pinjemin? Dia bilang Pak S butuh urgent karena banyak kerjaan dan lainnya, kemudian saya minta nomornya untuk saya hubungi,” ungkap pengunggah video.

Ia juga menyebutkan bahwa sudah ada tiga siswa SMA lain yang mengaku mengalami hal serupa dan merasa dimanipulasi oleh guru tersebut.

“Saat ini sudah ada 3 korban anak SMA yang mengaku dimanipulasi oleh S dan korban masih belum tau berapa banyak lagi,” lanjutnya.

Dari penjelasan tambahan, pada hari yang sama SRA disebut menghubungi beberapa siswa lain melalui pesan maupun telepon untuk meminjam laptop.

Dengan alasan mendesak seperti membuat soal untuk kelas X, SRA diduga menyasar murid-murid yang mudah percaya dan meminjam laptop secara tiba-tiba.

“Urgent seperti buru-buru, dia bilang ada tugas ingin bikin soal kelas X, dia mengincar murid-murid polos dan ambil laptop dadakan. Di tanggal 8 Mei 2026, dia chat beberapa murid dan pinjam laptop di jam berbeda,” jelasnya.

Pemilik laptop kemudian mengunggah video saat mengambil kembali barang miliknya di sebuah tempat gadai.

Untuk mendapatkan laptop tersebut kembali, pemilik harus menebus uang sekitar Rp3 juta.

“Dari pihak gadai menjelaskan dia baru tebus laptop, kemudian masuk lagi laptop baru. Keterangan dari murid juga ada yang sering dipinjam,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran melalui pelacak nomor telepon, SRA diduga memiliki persoalan terkait pinjaman online atau pinjol.

Hingga saat ini belum ada informasi lanjutan mengenai kasus tersebut, baik dari pihak korban maupun guru yang diduga menggadaikan laptop para muridnya.

Loading

Be the first to comment

Leave a Reply