Biaya transit Terusan Panama mengalami lonjakan signifikan sejak pecahnya konflik di Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz. Otoritas kanal menyebutkan harga kini meningkat lebih dari dua kali lipat, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 25 April 2026.
Kenaikan ini terjadi sejak perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Dampak konflik tersebut tidak hanya terasa pada harga energi global, tetapi juga memicu perubahan rute pelayaran internasional.
Kondisi ini mendorong peningkatan permintaan terhadap Terusan Panama. Akibatnya, sistem lelang menjadi salah satu mekanisme utama dalam menentukan harga transit.
Sebelum konflik, biaya lelang transit berada di kisaran 135.000-140.000 dolar AS (Rp2,3-Rp2,4 miliar). Namun sejak Maret hingga April, harga rata-rata melonjak tajam hingga mencapai sekitar 385.000 dolar AS (Rp6,6 miliar).
Pemerintah Panama pun meningkatkan upaya pengelolaan guna menjaga keberlanjutan kanal di tengah lonjakan permintaan. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas layanan untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah kapal dan tonase yang melintasi jalur tersebut.
Data menunjukkan aktivitas Terusan Panama terus meningkat, dengan 6.288 transit tercatat dari Oktober 2025 hingga Maret 2026. Jumlah ini naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, sekitar 254 juta ton kargo telah melintasi kanal tersebut dalam periode tersebut. Meski terjadi lonjakan permintaan, lalu lintas kapal tetap terjaga stabil dengan rata-rata harian yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
![]()
Be the first to comment