Tim nasional Iran memutuskan untuk menarik diri dari ajang FIFA World Cup 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada pekan lalu.
Langkah tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius bagi federasi sepak bola Iran karena aturan FIFA melarang negara peserta mundur dari turnamen yang telah diikuti.
Keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam turnamen itu disampaikan oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali.
Ia menegaskan bahwa situasi politik dan keamanan saat ini membuat tim nasional Iran tidak memungkinkan untuk tampil dalam kompetisi sepak bola terbesar di dunia tersebut.
“Dengan mempertimbangkan bahwa rezim yang korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” kata Donyamali kepada televisi pemerintah Iran, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, selain sebagai bentuk respons politik atas kematian Khamenei, keputusan tersebut juga diambil karena adanya kekhawatiran terhadap keselamatan para pemain.
“Anak-anak kami tidak aman dan, pada dasarnya, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada,” ujarnya.
Pertandingan Iran Dijadwalkan di Amerika
Turnamen FIFA World Cup 2026 akan diselenggarakan di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun seluruh pertandingan fase grup Iran sebelumnya dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat, termasuk di kota Los Angeles dan Seattle.
Hal tersebut membuat pemerintah Iran menilai bahwa keikutsertaan tim nasional dalam turnamen tersebut tidak memungkinkan.
“Mengingat tindakan jahat yang telah mereka lakukan terhadap Iran, mereka memaksa kami menghadapi dua perang selama delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta memartirkan ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak bisa hadir,” ujar Donyamali.
Pernyataan tersebut menjadi komentar resmi pertama dari pejabat pemerintah Iran mengenai partisipasi negaranya di Piala Dunia sejak serangan militer yang terjadi pada 28 Februari lalu.
Federasi Iran Sebelumnya Sudah Menyatakan Keraguan
Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, juga sempat menyampaikan keraguannya terkait keikutsertaan Iran dalam turnamen tersebut.
Ia menilai situasi konflik yang terjadi membuat masyarakat Iran sulit memandang Piala Dunia dengan optimisme.
“Setelah serangan ini, kami tidak bisa diharapkan untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan,” kata Taj.
“Jika Piala Dunia seperti ini, siapa yang waras yang mau mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini?” tambahnya.
Berdasarkan statuta FIFA, setiap asosiasi anggota tidak diperbolehkan menarik diri dari kompetisi yang sudah mereka ikuti.
Kasus penarikan diri dari Piala Dunia hampir tidak pernah terjadi dalam era modern. Sejak sistem pengundian grup diterapkan, belum ada negara yang mundur setelah proses tersebut selesai, kecuali pada FIFA World Cup 1950 ketika Prancis dan India membatalkan keikutsertaan mereka karena alasan biaya perjalanan.
Dalam regulasi turnamen, FIFA menetapkan bahwa tim yang menarik diri sebelum kompetisi dimulai dapat dikenai denda antara 275.000 hingga 555.000 euro, tergantung pada waktu keputusan tersebut diambil.
Selain itu, federasi yang bersangkutan juga harus mengembalikan seluruh dana yang telah diterima dari FIFA untuk persiapan tim nasional.
Kasus tersebut juga dapat dibawa ke Komite Disiplin FIFA yang memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi tambahan, termasuk larangan bagi asosiasi terkait untuk mengikuti kompetisi FIFA di masa mendatang atau bahkan menggantikan posisinya dengan tim dari negara lain.
![]()
Be the first to comment