Ada tiga Warga Negara Indonesia (WNI), bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) tugboat Mussafah 2 yang meledak di Selat Hormuz hingga kini masih belum ditemukan dan bestatus masih hilang.
Proses pencarian terus dilakukan oleh otoritas setempat usai ketiganya dilaporkan hilang di perairan yang berada di antara Persatuan Emirat Arab dan Oman pada Jumat (6/3/2026) dini hari waktu setempat.
Menurut Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang, status para WNI adalah satu WNI ABK mendapat perawatan luka bakar dan sedang berada di Rumah Sakit Kota Khasab Oman.
“Ada satu 1 WNI teknisi yang selamat telah berada di Kota Abu Dhabi, sedangkan tiga WNI ABK lainnya masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (8/3/2026).
Yvonne menegaskan, laporan insiden Kapal Mussafah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab itu diterima Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi dan KBRI di Muscat pada 6 Maret 2026.
Menurutnya, insiden terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat di Selat Hormuz, yang terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman.
Selat ini merupakan satu – satunya jalur laut dari Teluk Persia ke laut lepas dan merupakan salah satu titik strategis paling penting di dunia.
Saat kejadian, tugboat Mussafah 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safin Prestige yang mengalami kerusakan.
Adapun kapal Mussafah 2 diawaki tujuh orang ABK, termasuk empat WNI. Selain itu, terdapat enam teknisi di lokasi kejadian, termasuk satu WNI teknisi.
“Berdasarkan saksi mata, Mussafah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian, empat WNI ABK berada di kapal Mussafah 2 dan satu WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safin Prestige,” jelas Yvonne.
Dia menekankan bahwa perwakilan Indonesia di Persatuan Emirat Arab dan Oman masih terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas setempat, serta perusahaan kapal terkait untuk mempercepat proses pencarian.
Selain itu, lanjut Yvonne, perwakilan Indonesia juga memastikan penanganan medis terhadap WNI yang selamat dan akan terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada keluarga korban di Indonesia.
“Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini dan perwakilan Indonesia sedang berkoordinasi dengan otoritas Persatuan Emirat Arab dan Oman, serta pihak perusahaan kapal,” jelasnya.
Yvonne menambahkan, hingga saat ini otoritas di Persatuan Emirat Arab dan Oman masih menyelidiki peristiwa tersebut untuk mengetahui penyebab ledakan kapal tersebut.
Kemlu mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk awak kapal yang bekerja di perairan internasional, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi.
“Dalam keadaan darurat, WNI diharapkan segera menghubungi hotline perwakilan Indonesia terdekat,” ungkap Yvonne.
![]()
Be the first to comment