3 Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas di Palka Kapal Tongkang

Tim Search and Rescue (SAR) Jambi melakukan evakuasi terhadap tiga pekerja yang meninggal dunia diduga akibat menghirup gas beracun di dalam palka kapal tongkang KM TS Daya Niaso yang tengah menjalani perbaikan di tepi Sungai Batanghari, Jambi.

Juru Bicara Basarnas Jambi, M Luthfi, menjelaskan bahwa operasi penyelamatan dilakukan setelah adanya laporan mengenai tiga pekerja yang mengalami keracunan gas di dalam ruang palka kapal tersebut.

Insiden itu terjadi di kawasan Niaso, Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di aliran Sungai Batanghari. Tiga korban yang dievakuasi diketahui bernama Zulkarnain, Popo, dan Rudiansyah. Ketiganya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Mereka diduga mengalami keracunan gas berbahaya saat melakukan perbaikan di dalam palka kapal,” kata dia.

Berdasarkan laporan awal, kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 09.15 WIB setelah Sani selaku pemilik tongkang menghubungi petugas siaga SAR.

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa sekitar pukul 08.55 WIB, ketiga korban masuk ke dalam palka untuk bekerja. Namun tidak lama kemudian mereka tiba-tiba lemas dan tidak memberikan respons dari dalam lambung kapal.

Mengetahui situasi tersebut, pemilik kapal segera meminta bantuan darurat kepada pihak berwenang.

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Jambi mengerahkan satu tim rescue yang terdiri atas delapan personel pada pukul 09.35 WIB.

Tim bergerak melalui jalur darat dan sungai sejauh kurang lebih 13,5 kilometer dari Kantor SAR Jambi dan diperkirakan tiba di lokasi pada koordinat 1°34’47.99″S-103°37’55.90″E sekitar pukul 10.20 WIB.

Proses evakuasi dilakukan dalam kondisi cuaca berawan. Tim SAR gabungan yang melibatkan personel Basarnas Jambi bersama warga sekitar menggunakan perlengkapan khusus confined space rescue untuk menangani evakuasi di ruang sempit sekaligus mengantisipasi keberadaan gas beracun.

Peralatan yang digunakan meliputi rescue car, rigid buoyancy boat untuk mobilitas, perlengkapan penanganan ruang terbatas, alat medis dan evakuasi, perangkat komunikasi, hingga drone thermal guna memantau kondisi visual dan suhu di area palka.

Sampai berita ini disampaikan, tim gabungan masih melakukan upaya evakuasi terhadap ketiga korban dari dalam palka tongkang dan seluruh korban berhasil dikeluarkan dari lokasi kejadian.

Loading

Be the first to comment

Leave a Reply