Zaskia Adya Mecca Menangis saat Bantu Korban Karhutla Palangka Raya
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
PALANGKA RAYA, BERITANOW.COM – Pengalaman terjun langsung membantu warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi pengalaman emosional bagi aktris sekaligus aktivis Zaskia Adya Mecca. Istri sutradara Hanung Bramantyo tersebut mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya setelah menyaksikan kondisi lingkungan serta kesulitan yang dihadapi masyarakat di lokasi bencana.
Dikutip dari Medcom, Zaskia tidak hanya menghadapi situasi kebakaran yang sulit ditangani, tetapi juga menemukan persoalan lain terkait keterbatasan akses pelayanan kesehatan bagi warga. Pengalaman tersebut membuatnya merasakan berbagai emosi selama menjalankan kegiatan kemanusiaan.
Melalui Instagram Story, Zaskia menceritakan perasaannya ketika melihat langsung situasi di lapangan. Ia mengaku sulit menahan tangis karena kondisi yang ditemuinya menimbulkan kesedihan, kemarahan, dan keprihatinan.
Dalam unggahannya, Zaskia juga menyebut mengalami gangguan maag yang tidak kunjung mereda selama berada di wilayah terdampak.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan sulitnya pemadaman api. Kondisi darurat juga dapat memperberat kehidupan masyarakat, terutama ketika akses terhadap kebutuhan dasar dan pelayanan medis terbatas.
Zaskia Adya Mecca Soroti Sulitnya Memadamkan Api di Lahan Gambut
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Zaskia adalah karakteristik kebakaran di kawasan gambut. Kebakaran pada jenis lahan ini dapat berlangsung di bawah permukaan tanah sehingga bara api berpotensi tetap menyala meskipun bagian atasnya terlihat sudah basah.
Situasi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan ketelitian ekstra. Petugas dan relawan tidak cukup hanya menyiram permukaan lahan, tetapi juga perlu memastikan bara yang berada di lapisan tanah lebih dalam telah ditangani.
Berdasarkan pengalaman yang dibagikannya, Zaskia menjelaskan bahwa satu titik kebakaran perlu disiram dan dipantau selama setidaknya dua menit. Ia juga mengingatkan pentingnya menggunakan selang secara tepat agar proses penyiraman menjangkau bagian yang masih menyimpan bara.
Pengalaman itu menjadi gambaran mengenai tantangan yang dihadapi relawan ketika membantu penanganan karhutla di lahan gambut. Pemeriksaan secara menyeluruh diperlukan untuk mengurangi risiko munculnya kembali titik api setelah pemadaman awal dilakukan.
Meski demikian, durasi penyiraman yang dibagikan Zaskia merupakan pengalaman di lapangan, bukan standar teknis universal untuk seluruh kebakaran gambut. Metode penanganan tetap perlu menyesuaikan kondisi lokasi dan arahan petugas yang berwenang.
Warga Terdampak Karhutla Menghadapi Keterbatasan Layanan Medis
Selain persoalan pemadaman, Zaskia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap akses kesehatan masyarakat di kawasan terdampak.
Menurut keterangannya, wilayah yang dikunjunginya dihuni lebih dari 100 kepala keluarga (KK). Namun, ia menilai ketersediaan pelayanan kesehatan di kawasan tersebut masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Zaskia menceritakan bahwa puskesmas setempat sempat tidak memiliki tenaga kesehatan. Akibatnya, warga yang membutuhkan pengobatan harus menempuh perjalanan hingga sekitar tiga jam untuk mencapai fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan.
Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, khususnya ketika menghadapi situasi darurat. Jarak perjalanan yang jauh dapat menyulitkan warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan, terlebih ketika kondisi lingkungan sedang terdampak kebakaran.
Keterangan tersebut juga menyoroti pentingnya keberadaan tenaga medis dan akses pelayanan kesehatan yang memadai di wilayah yang menghadapi bencana lingkungan.
Namun, informasi mengenai kondisi puskesmas, jumlah tenaga kesehatan, dan waktu tempuh perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada instansi terkait agar dapat menggambarkan situasi terkini secara akurat.
Relawan Salurkan Obat-obatan untuk Membantu Warga
Untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh pengobatan, Zaskia bersama pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan membawa obat-obatan dari para donatur.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Kehadiran relawan dan dukungan donatur menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi situasi sulit.
Meski demikian, bantuan obat-obatan tidak dapat menggantikan pemeriksaan dan penanganan langsung oleh tenaga medis, terutama bagi warga yang mengalami kondisi kesehatan serius.
Karena itu, dukungan kemanusiaan perlu berjalan seiring dengan upaya memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, fasilitas pengobatan, serta penanganan kebakaran yang sesuai dengan kondisi lapangan.