Minggu, 25 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Widodo AS Wafat, Ini Jejak Panglima TNI dari AL

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Widodo AS Wafat, Ini Jejak Panglima TNI dari AL
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW. COM – Kabar Widodo AS wafat menyelimuti dunia militer Indonesia setelah Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026) malam. Mantan Panglima TNI tersebut mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Jakarta sekitar pukul 21.30 WIB dalam usia 82 tahun. Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang perwira TNI Angkatan Laut yang pernah memimpin militer Indonesia dan mengemban tugas penting di pemerintahan.

Widodo AS dikenal sebagai tokoh yang mencatat sejarah dalam kepemimpinan TNI pada era reformasi. Ia dipercaya menjadi Panglima TNI pada 1999–2002, sekaligus menjadi perwira pertama dari matra Angkatan Laut yang menduduki jabatan tersebut sejak 1962. Penunjukannya berlangsung ketika Indonesia tengah melewati masa transisi politik dan penataan institusi negara setelah berakhirnya pemerintahan Orde Baru.

Perjalanan Karier dari TNI AL hingga Panglima TNI

Lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944, Widodo menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Laut dan lulus pada 1968. Kariernya berkembang melalui berbagai penugasan di lingkungan TNI AL hingga dipercaya memegang posisi strategis dalam organisasi militer. Sebelum menjadi Panglima TNI, ia menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) pada 1998–1999.

Pada 1999, Presiden B.J. Habibie mengangkat Widodo sebagai Wakil Panglima ABRI. Perjalanan kariernya kemudian mencapai puncak ketika Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menunjuknya sebagai Panglima TNI. Ia menjalankan tugas tersebut hingga 2002, sebelum kepemimpinan TNI beralih kepada Jenderal TNI Endriartono Sutarto.

Mengemban Tugas Penting di Pemerintahan

Pengabdian Widodo AS tidak berhenti setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Panglima TNI. Pada 2004, ia dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, yang kemudian dikenal sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Ia menduduki jabatan tersebut selama periode 2004–2009.

Widodo juga pernah menjalankan tugas sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2007 dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada 2009. Setelah itu, ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode 2009–2014. Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan kiprahnya dalam bidang pertahanan, keamanan, politik, dan pemerintahan nasional.

Kepergian Widodo AS menjadi kabar duka bagi keluarga besar TNI dan bangsa Indonesia. Namanya akan dikenang melalui perjalanan karier yang membawanya dari lingkungan TNI Angkatan Laut hingga pucuk pimpinan militer nasional. Adapun informasi mengenai prosesi pemakaman menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak keluarga. (*)

Komentar (0)