Sebuah rekaman video yang menampilkan upaya warga menyeberangkan jenazah melintasi sungai dengan arus deras di Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menjadi viral di media sosial. Kejadian yang berlangsung pada Senin (12/1/2026) tersebut terjadi akibat jembatan menuju area pemakaman roboh setelah diterjang banjir.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @pardidu.tabalai pada Selasa (13/1/2026) memperlihatkan sejumlah pria bergotong royong mengangkat keranda berisi jenazah sambil melawan kuatnya aliran sungai. Beberapa warga terlihat berpegangan pada tali yang diikatkan ke pohon kelapa di tepi sungai untuk menjaga keseimbangan saat menyeberang.
Keranda yang dibungkus terpal cokelat itu dibawa secara perlahan, diiringi lantunan kalimat tauhid yang terdengar menguatkan langkah para warga di tengah kondisi yang berisiko.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Hentje Hetharia, membenarkan peristiwa tersebut, meski ia mengaku belum menerima laporan detail mengenai kejadian itu.
“Jalan desa menuju ke pemakaman, jadi itu jembatan yang dorang (mereka) pernah bikin, kemudian hanyut diterjang banjir,” ujar Hentje.
Ia menambahkan bahwa jembatan yang roboh itu bukan fasilitas resmi, melainkan hasil swadaya masyarakat dengan material batang kelapa. Struktur sederhana tersebut tidak mampu menahan derasnya arus banjir yang melanda wilayah itu.
Lebih lanjut, Hentje menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Salube sebenarnya telah merencanakan pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut. Namun rencana itu tertunda karena anggaran dana desa dialihkan untuk program pembangunan koperasi merah putih.
Peristiwa ini menyita perhatian luas di media sosial dan memunculkan keprihatinan publik terhadap kondisi infrastruktur dasar di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Banyak pihak menilai kejadian tersebut mencerminkan masih terbatasnya akses serta fasilitas publik yang dihadapi sebagian masyarakat di Indonesia.
![]()
Be the first to comment