Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
BANDUNG BARAT, BERITANOW.COM — Kasus pemerasan sopir mobil Rabani di Kabupaten Bandung Barat menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Polisi dilaporkan telah mengamankan terduga pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Raya Citapen, Kampung Gerang, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Berdasarkan laporan korban, insiden bermula ketika pengemudi mobil Daihatsu Gran Max berwarna putih diduga dimintai rokok dan sejumlah uang oleh terduga pelaku.
Situasi kemudian berujung pada dugaan pengrusakan spion kendaraan. Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp3 juta.
Korban Melapor ke Polisi
Setelah kejadian, korban melaporkan dugaan pemerasan dan pengrusakan tersebut ke Polsek Cililin. Laporan itu menjadi dasar bagi kepolisian untuk menindaklanjuti perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam perkembangan kasus pemerasan sopir mobil Rabani ini, Polres Cimahi disebut telah mengamankan terduga pelaku. Penanganan selanjutnya dilakukan untuk mendalami dugaan tindak pidana yang dilaporkan korban.
Video kejadian yang beredar di media sosial turut menarik perhatian warganet. Peristiwa tersebut memunculkan beragam tanggapan, terutama mengenai keamanan pengendara saat melintas di jalan raya.
Terduga Pelaku Disebut Mengaku Khilaf
Terduga pelaku disebut mengaku khilaf dan kehilangan kendali saat melakukan aksinya. Namun, pernyataan tersebut perlu ditempatkan sebagai keterangan yang harus dipastikan melalui sumber resmi kepolisian.
Pengakuan khilaf tidak serta-merta menghapus dugaan tindak pidana. Penanganan perkara tetap mengacu pada hasil penyelidikan, alat bukti, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Polisi perlu mendalami kronologi kejadian, keterangan korban, serta bukti yang berkaitan dengan dugaan pemerasan, pengancaman, dan perusakan kendaraan tersebut.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya menyelesaikan persoalan tanpa intimidasi atau tindakan yang merugikan orang lain.
Masyarakat diharapkan tetap mengedepankan sikap bijak dalam menanggapi video viral dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (*)