Viral RSUD Tebing Tinggi Diduga Tolak Pasien Lansia Karena Ruang Penuh

Seorang pasien lanjut usia bernama Suliyem (67), warga Kelurahan Brojol, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, tidak mendapatkan layanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Kumpulan Pane, Kamis (8/1/2025).

Pihak rumah sakit menyatakan seluruh kamar perawatan dalam kondisi penuh sehingga keluarga diminta mencari fasilitas kesehatan lain.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan Suliyem terbaring lemah di area rumah sakit didampingi anaknya, Sunita.

Dalam rekaman itu, keluarga tampak kebingungan setelah diarahkan keluar tanpa adanya penanganan medis awal.

Sunita menjelaskan, sejak pagi hari ia berupaya mencari ambulans untuk membawa ibunya ke rumah sakit pemerintah tersebut guna menjalani perawatan lanjutan.

Setelah mendapat bantuan tumpangan dari warga, mereka tiba di RSKP dengan harapan dapat langsung dirawat.

Namun, saat hendak melakukan pendaftaran, petugas menyampaikan bahwa ruang perawatan tidak tersedia.

Menurut Sunita, penolakan itu terjadi ketika kondisi ibunya membutuhkan penanganan segera.

Ia mengaku kecewa karena tidak ada tindakan medis awal yang diberikan sebelum diminta berpindah rumah sakit.

Situasi tersebut diperparah dengan kondisi fisiknya yang lemah akibat belum makan seharian.

Atas bantuan warga yang merasa iba, Sunita kemudian membawa Suliyem ke Rumah Sakit Chevani.

Pihak rumah sakit tersebut menerima pasien dan langsung memberikan penanganan medis karena masih memiliki kamar kosong.

Sunita juga mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka sempat mencoba menghubungi rumah sakit lain, termasuk RS Bhayangkari, namun terkendala ketersediaan ruang perawatan.

Suliyem diketahui mengidap penyakit komplikasi dan baru saja keluar dari RSUD Dr. Kumpulan Pane sekitar sepekan sebelumnya. Keluarga menyebut hanya berharap pasien mendapat tindakan awal berupa pemasangan infus.

Menanggapi kejadian itu, Direktur RSUD Dr. Kumpulan Pane, Lili Marliana, membenarkan bahwa seluruh ruang rawat inap saat itu memang terisi penuh.

Ia menyatakan dokter telah menyampaikan dua opsi kepada keluarga pasien, yakni dirawat sementara di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sambil menunggu kamar kosong atau dirujuk ke rumah sakit lain.

Lili menambahkan, pendamping pasien sempat menghubungi Rumah Sakit Pamela, namun mendapat informasi bahwa kondisi kamar juga penuh.

Setelah memastikan ketersediaan ruang di RS Chevani, keluarga akhirnya membawa pasien ke rumah sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan. (*)

Loading

Be the first to comment

Leave a Reply