Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-176 yang melayani rute Jakarta–Pekanbaru dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian hidung pesawat setelah mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, pada Sabtu (7/3/2026).
Kerusakan tersebut diketahui oleh para penumpang setelah pesawat tiba di bandara tujuan. Rekaman video yang menunjukkan bagian moncong pesawat tampak penyok kemudian menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian publik.
Menanggapi peristiwa itu, Head of Corporate Communication Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, memastikan bahwa proses pendaratan pesawat berlangsung dengan aman dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa sebelum pesawat mendarat, kru sempat mendengar suara tidak biasa yang diduga berasal dari benda asing di sekitar pesawat.
“Garuda Indonesia memastikan bahwa penerbangan GA-176 rute Jakarta–Pekanbaru yang beroperasi pada Sabtu (7/3) telah mendarat dengan aman dan normal di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, setelah sebelumnya terindikasi adanya objek asing di sekitar pesawat saat proses menjelang pendaratan,” ujar Dicky dalam keterangan resminya, Minggu (8/3).
Penerbangan tersebut menggunakan pesawat dengan nomor registrasi PK-GFF. Pesawat berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta pada pukul 15.35 WIB dan tiba di Pekanbaru sekitar pukul 17.14 WIB.
Dicky mengatakan, indikasi adanya objek asing itu diketahui setelah kru pesawat mendengar suara yang tidak wajar ketika pesawat sedang dalam tahap persiapan mendarat.
Menanggapi situasi tersebut, Pilot in Command (PIC) segera mengambil langkah mitigasi keselamatan sesuai prosedur operasional penerbangan agar pesawat dapat mendarat dengan aman.
Seluruh penumpang yang berjumlah 117 orang, bersama dua awak kokpit dan lima awak kabin, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka. Proses penurunan penumpang dari pesawat juga berlangsung normal.
Setibanya di Bandara Sultan Syarif Kasim II, pesawat langsung menjalani pemeriksaan teknis oleh tim terkait untuk memastikan kondisi pesawat serta mengidentifikasi kemungkinan adanya benda asing yang menyebabkan kerusakan pada bagian hidung pesawat.
Garuda Indonesia juga melakukan pemeriksaan menyeluruh serta perawatan terhadap armada tersebut sebelum pesawat kembali dinyatakan layak terbang sesuai standar keselamatan penerbangan.
“Saat ini Garuda Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur serta regulasi keselamatan yang berlaku,” kata Dicky.
![]()
Be the first to comment