Potongan video pembagian menu pengganti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 001 Muara Badak, Kalimantan Timur, mendadak viral dan menuai sorotan publik. Tayangan yang memperlihatkan siswa menerima satu buah kelapa muda utuh tanpa terlihat paket makanan lainnya itu memicu perdebatan dan beragam spekulasi di media sosial, hingga akhirnya mendorong pihak kepolisian turun tangan memberikan klarifikasi.
Unggahan tersebut pertama kali ramai setelah dibagikan ulang akun Instagram @respons.media. Sejumlah warganet mempertanyakan kelayakan menu pengganti MBG, bahkan menilai siswa hanya menerima kelapa sebagai satu-satunya asupan.
Namun, klarifikasi aparat kepolisian menyebut potongan video itu tidak menampilkan keseluruhan paket menu yang dibagikan.
Menindaklanjuti viralnya video, jajaran Polres Bontang bergerak cepat pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Aparat melakukan deteksi serta pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), sekaligus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pengelola SPPG.
Kasi Humas Polres Bontang, AKP Dany, menegaskan bahwa hasil klarifikasi menunjukkan menu yang diberikan kepada siswa merupakan paket lengkap sesuai ketentuan program.
“Menu yang diberikan bukan hanya kelapa muda, tetapi satu paket lengkap berisi kelapa muda, roti abon ukuran sedang, telur rebus, dan susu,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Berdasarkan penelusuran, peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Kamis (5/2/2026) di SDN 001 Muara Badak, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kepala SPPG Gas Alam Badak 1, Abdi Nolima, menjelaskan pembagian menu alternatif dilakukan karena adanya kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) guru yang berdampak pada penyesuaian jadwal distribusi MBG kepada 262 siswa penerima manfaat.
Ia mengakui kelapa muda memang menjadi bagian dari menu ringan yang tidak lazim disajikan dalam program tersebut, sehingga memicu beragam tafsir di masyarakat.
Selain menu ringan berupa kelapa muda, roti abon, telur rebus, dan susu, siswa juga menerima menu basah yang terdiri dari nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel jagung, serta semangka.
“Video yang beredar hanya menampilkan sebagian pembagian, sehingga menimbulkan persepsi keliru seolah-olah kelapa menjadi satu-satunya menu,” jelasnya.
Pihak SPPG mengaku telah menghapus unggahan yang memicu polemik dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Mereka berjanji melakukan evaluasi sistem perencanaan menu serta lebih berhati-hati dalam penyampaian informasi.
Sementara itu, Polres Bontang mengimbau masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur, agar tidak mudah terpengaruh potongan video tanpa konteks lengkap.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam bermedia sosial dan tidak langsung menyimpulkan sesuatu dari potongan informasi,” tegas AKP Dany.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa di era digital, potongan visual yang tidak utuh dapat dengan cepat membentuk opini publik bahkan sebelum fakta lengkap terungkap.
sumber: ipol.id
![]()
Be the first to comment