Jumat, 09 Oktober 2026
Breaking News
Media Sosial

Viral! Ibu dan Balita Selamat dari Kebakaran Rumah Makan Padang di Rawamangun, 11 Mobil Damkar Dikerahkan

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Viral! Ibu dan Balita Selamat dari Kebakaran Rumah Makan Padang di Rawamangun, 11 Mobil Damkar Dikerahkan
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA TIMUR, BRITANOW.COM – Video yang memperlihatkan perjuangan seorang ibu bersama anak laki-lakinya yang masih balita untuk menyelamatkan diri dari kebakaran rumah makan Padang di Rawamangun, Jakarta Timur, menjadi perhatian warganet. Rekaman tersebut memperlihatkan upaya keduanya keluar dari lantai tiga bangunan saat kobaran api semakin membesar, hingga akhinya Ibu dan Balita Selamat dari Kebakaran.

Peristiwa kebakaran itu terjadi di sebuah rumah makan Padang yang berlokasi di Jalan Pegambiran, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Jumat (9/10/2026). Dalam video yang beredar di media sosial, ibu dan anak tersebut terlihat berada dalam situasi berbahaya karena api telah menjalar hingga ke bagian luar bangunan.

Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi, sementara kobaran api terus membesar. Di tengah kondisi tersebut, sang ibu berusaha mencari jalan keluar agar dirinya dan anaknya dapat terhindar dari kebakaran.

Ibu Turunkan Balita ke Atap Bangunan Sebelah

Dalam rekaman yang beredar, perempuan berjilbab hitam itu terlihat terlebih dahulu menurunkan anaknya ke atap bangunan yang berada di samping rumah makan. Setelah memastikan anaknya berada di atap tersebut, ia kemudian menyusul dengan melompat ke lokasi yang sama.

Meski berada dalam kondisi yang menegangkan, sang ibu tetap berupaya menyelamatkan buah hatinya. Setelah berhasil berpindah ke atap bangunan sebelah, ia berjalan dengan susah payah sambil menggendong anaknya.

Tidak lama kemudian, balita tersebut diserahkan kepada warga yang telah menunggu di bawah untuk membantu proses penyelamatan. Aksi ibu dan anak itu pun mengundang beragam tanggapan dari warganet.

Sejumlah pengguna media sosial memberikan apresiasi terhadap keberanian sang ibu yang berusaha menyelamatkan anaknya di tengah kepungan api. Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat mengenai pentingnya kewaspadaan dan tindakan cepat ketika terjadi kebakaran.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, menjelaskan bahwa kebakaran bermula ketika pekerja rumah makan sedang melakukan aktivitas memasak di dapur lantai tiga.

Menurut keterangannya, api muncul secara tiba-tiba ketika pekerja hendak mengganti tabung gas. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi kebakaran yang semakin sulit dikendalikan.

"Keterangannya ketika pekerja sedang memasak dan ingin mengganti tabung gas tiba-tiba terjadi penyalaan di dapur lantai tiga," kata Muchtar di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026).

Para pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api telanjur membesar sehingga upaya pemadaman awal tersebut tidak berhasil menghentikan penyebarannya.

Akibat kejadian itu, seorang pekerja rumah makan dilaporkan mengalami luka bakar. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk memperoleh penanganan medis.

"Pekerja berusaha memadamkan api yang membesar dengan Apar, tetapi api sudah membesar dan pekerja mengalami luka bakar. Sudah dibawa ke rumah sakit," ujar Muchtar.

Sebanyak 11 Mobil Pemadam Kebakaran Dikerahkan

Untuk mengatasi kebakaran tersebut, Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur mengerahkan 11 unit mobil pompa beserta 40 personel ke lokasi kejadian.

Petugas melakukan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah kebakaran menjalar ke bangunan lain di sekitar rumah makan.

Upaya petugas akhirnya berhasil mengatasi kebakaran dalam waktu kurang dari satu jam. Proses pemadaman dimulai pada pukul 07.42 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 08.11 WIB.

Muchtar menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas. Meski demikian, dugaan penyebab tersebut tetap perlu dibedakan dari hasil penyelidikan akhir.

"Kita mulai pemadaman pukul 07.42 WIB, selesai pukul 08.11 WIB. Untuk penyebab kebakaran dari hasil pemeriksaan diduga akibat kebocoran tabung gas," tuturnya.

Selain menyoroti perjuangan seorang ibu menyelamatkan anaknya, kejadian ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha kuliner untuk memastikan kondisi instalasi dan tabung gas tetap aman. Pemeriksaan berkala, penanganan kebocoran secara tepat, serta ketersediaan alat pemadam yang berfungsi baik merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran di area dapur.

Masyarakat juga diimbau untuk segera menjauh dari sumber api dan menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila terjadi kebakaran yang tidak dapat dikendalikan dengan aman.

Komentar (0)