Viral di Media Sosial, Siswa SMA Bandung Rayakan Study Tour dengan Mewahnya Pakai Gerbong KA Eksekutif

Program study tour SMAN 3 Bandung viral di jagat maya. Pasalnya, perjalanan study tour itu menyewa satu gerbong Kereta Luar Biasa (KLB) eksekutif.

Salah satu akun Instagram membagikan dua foto tentang gerbong KLB eksekutif yang disewa SMAN 3 Bandung. Dua foto itu menampilkan suasana di dalam gerbong, dan satu laginya menampilkan keterangan bahwa gerbong kereta itu disewa untuk SMAN 3 Bandung.

“Study Tour mewah dengan KLB Full Eksekutif? Inilah yang dirasakan teman-teman dari Kelas 11 SMAN 3 Bandung! Event ini tidak hanya menarik perhatian railfans, namun juga netizen umum,” tulis akun jalur5

Baca Juga:   S1 Sastra Inggris UK Maranatha Bandung

“Doakan supaya kami bisa sewa KLB sejenis ini juga untuk event ya Friends. Masih ada satu post lagi tentang KLB ini Friends,” tulisnya.

Akun tersebut kemudian memberikan penjelasan bahwa ada salah satu siswa di SMAN 3 Bandung yang masuk komunitasnya.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMAN 3 Bandung Ida Rohayani membenarkan tentang perjalanan study tour siswanya yang menggunakan KLB eksekutif. Ida mengatakan siswa kelas XI SMAn 3 Bandung melaksanakan tur budaya ke Bali dari tanggal 12 hingga 14 Mei 2023.

Totalnya ada 306 siswa yang mengikuti tur budaya itu, dan ditambah 25 guru pembimbing. Ida mengatakan panitia persiapan tur budaya itu dipegang seutuhnya oleh siswa.

Baca Juga:   Keren Seorang Bocah Usia 11 Tahun Asal Trenggalek Terbitkan 40 Buku Full Bahasa Inggris

“Leres (benar), dan kami sangat surprise. Karena ini murni dikelola oleh siswa dan komsek (komite sekolah) dalam hal ini orang tua, yang ingin membangkitkan kembali pariwisata dan BUMN Indonesia. Siswa kami tur budaya sekaligus memperkenalkan pariwisata aman dan nyaman,” kata Ida.

“Ini menjadi program sekolah yang merupakan tawaran, yang merupakan aspirasi siswa. Siswa yang tidak ikut, memiliki kegiatan tur budaya yang sama namun di Kota Bandung yang juga dibimbing oleh guru yang ada. Pelaksanaannya di tanggal sama sampai 16 Mei juga. Mereka mengeksplor budaya di lingkungannya,” ucap Ida menambahkan.

Ida mengaku tak tahu secara persis soal biaya tur budaya itu. Sebab, lanjut Ida, sekolah tak terlibat langsung dalam hal tersebut.

“Masalah kesepakatan harga, terus terang saya secara pribadi tidak terlibat sampai sedalam itu. Kesepakatan di antara siswa dan orang tua saja. Pihak sekolah membimbing dan mendukung saja. Osis yang sangat berperan,” ucap Ida.

“Bahkan proses pemilihan vendor saya tidak terlibat, karena ini merupakan kreatifitas anak,” tutup Ida.

Loading