Viral Camat Barusjahe Injak Punggung Pria Saat Menyeberangi Kubangan
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
KARO, BERITANOW.COM – Sebuah video yang memperlihatkan Camat Barusjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menginjak punggung seorang pria ketika melewati kubangan air menjadi perbincangan publik di media sosial. Rekaman tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet karena memperlihatkan tindakan seorang pejabat terhadap warga yang berada di dalam genangan air.
Menanggapi video viral tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo mengakui bahwa tindakan camat yang bersangkutan dinilai kurang pantas dari sisi etika. Pemerintah daerah pun berencana memberikan teguran sebagai bentuk evaluasi terhadap perilaku pejabat di lingkungan pemerintahan.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan pakaian berwarna hitam berada di dalam kubangan air yang menyerupai parit. Beberapa saat kemudian, Camat Barusjahe bersama seorang pria lainnya melintas dengan cara menginjak bagian punggung pria tersebut agar tidak perlu melewati genangan air secara langsung.
Video itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memunculkan pertanyaan mengenai peristiwa sebenarnya di balik kejadian tersebut.
Sekda Karo Sebut Kejadian Hanya Bercanda
Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, memberikan penjelasan mengenai kejadian yang melibatkan Camat Barusjahe tersebut.
Menurut Gelora, peristiwa dalam video bukan merupakan tindakan penyiksaan ataupun pemaksaan. Ia menyebut kejadian itu berlangsung dalam suasana bercanda ketika sejumlah orang sedang berkumpul di lokasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Camat Barusjahe memang cukup sering beraktivitas di kawasan perladangan. Oleh karena itu, menurutnya, kejadian tersebut merupakan bagian dari interaksi santai bersama orang-orang yang berada di lokasi.
"Seru-seruan orang itu aja nya itu, camatnya pun biasa ke ladang itu. Cuman seru-seruan dia rame-rame kan, bukan dipaksanya (siksa), seloroh-seloroh," ujar Gelora, Jumat (6/11/2026).
Gelora juga memberikan klarifikasi terkait identitas pria yang terlihat berada di dalam kubangan air. Ia membantah anggapan bahwa pria tersebut merupakan staf atau bawahan Camat Barusjahe.
Menurutnya, pria dalam video kemungkinan merupakan warga setempat atau seseorang yang memiliki lahan pertanian di kawasan tersebut.
"Bukan staf, ntah masyarakat atau yang punya ladang itu, Barusjahe ini memang daerah perladangan itu, orang camatnya pun biasa di ladang itu," jelasnya.
Pemkab Karo Akui Tindakan Camat Kurang Pantas
Walaupun menyebut kejadian tersebut sebagai candaan, Sekda Karo tidak menampik bahwa tindakan yang dilakukan Camat Barusjahe kurang tepat apabila dilihat dari norma kesopanan dan etika seorang pejabat publik.
Gelora menegaskan bahwa jabatan pemerintahan melekat dengan tanggung jawab untuk menjaga sikap dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.
Atas dasar tersebut, Pemkab Karo berencana menyampaikan teguran kepada camat yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Memang secara etis perbuatan itu kurang etis biarpun hanya seru-seruan, kita akan memberikan teguran nanti," ungkap Gelora.
Rencana teguran tersebut menjadi respons pemerintah daerah setelah video yang memperlihatkan kejadian itu menarik perhatian masyarakat luas.
Kronologi Camat Barusjahe Injak Punggung Pria
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga terjadi ketika Camat Barusjahe bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sedang melakukan peninjauan atau survei pembangunan jalan.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan perladangan wilayah Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Kejadian dalam video diperkirakan berlangsung sekitar dua hari sebelum rekaman tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Hingga video tersebut menjadi perhatian publik, Pemkab Karo telah menyampaikan penjelasan melalui Sekda mengenai konteks kejadian sekaligus rencana pemberian teguran kepada pejabat terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap pejabat publik perlu menjaga perilaku dan etika dalam berbagai situasi, termasuk ketika berada di luar lingkungan kantor. Candaan dalam interaksi sehari-hari tetap perlu mempertimbangkan kepatutan serta menghormati orang lain agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.(*)