Update Karhutla: 4 Petugas Tewas, 283 Ribu Warga Sakit, PDI-P Serukan Moratorium Hutan
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM — Indonesia tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan terparah dalam lebih dari satu dekade. Empat orang yang berjibaku memadamkan api di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, tewas terjebak kobaran api pada Kamis (15/10/2026). Dua orang lainnya mengalami luka bakar serius dan masih menjalani perawatan medis.
Kementerian Kehutanan menyampaikan belasungkawa mendalam dan memberi penghormatan atas keberanian para petugas, relawan, serta warga yang bekerja di garis depan pemadaman. Menurut kementerian, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pemadaman karhutla adalah operasi berisiko tinggi.
Ratusan Ribu Warga Terdampak
Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat semakin luas. Data Kementerian Kesehatan per 13 Oktober 2026 mencatat 283.270 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kumulatif yang tersebar di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi. Sebanyak 219.559 kasus dialami penduduk berusia di atas lima tahun, sementara 63.711 kasus terjadi pada anak balita.
Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan kasus ISPA tertinggi, yakni 74.636 kasus, disusul Sumatera Selatan dengan 74.458 kasus. Kualitas udara di 12 kabupaten/kota terdampak juga masuk kategori berbahaya, tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Sulawesi Selatan, dan Riau.
"Udara di sana sudah sangat mengkhawatirkan. Udara sudah mulai tampak menguning dan pasti sangat berbahaya bagi masyarakat," kata Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago, seperti dikutip laman DPR RI.
Titik Panas Meningkat, Bantuan Asing Diterima
Kementerian Kehutanan mencatat 799 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di seluruh Indonesia per Kamis malam, naik 427 dari hari sebelumnya. Sumatera dan Kalimantan, yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, menjadi wilayah paling terdampak. Kabut asap dari kebakaran itu telah melintasi batas negara dan menyelimuti negara-negara tetangga.
Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerimaan bantuan dari negara-negara tetangga. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyampaikan hal itu, menurut laporan Reuters. Malaysia sebelumnya menawarkan tiga helikopter, satu pesawat, dan 52 personel, namun belum ada tindak lanjut. Singapura juga menyatakan siap membantu.
PDI-P Serukan Moratorium Hutan
Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto menyerukan moratorium hutan dan menolak alih fungsi kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, pemerintah perlu menata ulang kebijakan tata ruang dan menghentikan konversi hutan agar persoalan karhutla tidak terus berulang setiap tahun.
"Kami juga banyak melihat bagaimana kebakaran itu ada upaya-upaya sengaja sebagai suatu konversi lahan hutan untuk lahan sawit dan juga perkebunan yang lain. Inilah yang ditolak oleh PDI-P," ujar Hasto, seperti dikutip Kompas.com.
Hasto menilai langkah antisipasi, koordinasi, dan mitigasi pemerintah sangat kurang, padahal pakar telah mengingatkan potensi El Nino ekstrem yang meningkatkan risiko kebakaran di lahan gambut. PDI-P juga mendorong gerakan reboisasi serentak yang dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.