Update Gempa Sumba Barat Daya: 20 Rumah Terdampak, Satu Lansia Meninggal
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
SUMBA BARAT DAYA, BERITANOW.COM — Dampak gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10/2026) pagi, terus diperbarui hingga malam hari. BNPB mencatat sedikitnya 20 rumah terdampak, sementara seorang warga lanjut usia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami syok saat gempa.
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya terjadi pada pukul 05.55.52 WIB atau 06.55 WITA. BMKG kemudian memperbarui parameter gempa menjadi magnitudo 5,9 dengan kedalaman 30 kilometer. Episenter berada di laut, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya.
Berdasarkan pendataan sementara BNPB, sebanyak 20 rumah terdampak akibat guncangan tersebut. Kerusakan terdiri atas 19 rumah rusak ringan dan satu rumah mengalami kerusakan sedang. Sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan terdampak.
Selain kerusakan bangunan, satu warga mengalami luka ringan akibat terdampak reruntuhan. Tim BPBD bersama unsur terkait masih melakukan pendataan dan pemantauan kondisi di lapangan.
Perkembangan terbaru datang dari wilayah Kodi Utara. Kepolisian melaporkan seorang warga lanjut usia berusia 73 tahun meninggal dunia setelah mengalami syok ketika gempa terjadi. Menurut keterangan kepolisian setempat, korban kaget melihat anggota keluarganya berhamburan keluar rumah saat guncangan berlangsung.
BMKG menyebut guncangan terkuat dirasakan di wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi dengan intensitas VI MMI. Getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah lain, termasuk Tambolaka, Waikabubak, Waibakul hingga Manggarai Barat.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan.
Hingga pemantauan BMKG pada pukul 08.05 WIB, tercatat sedikitnya 62 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara 1,5 hingga 4,3. Gempa utama diduga merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi dari BMKG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah. Warga juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kondisi pascagempa.(*)