Tujuh Dekade Bersama, Air Mata Mahathir di Pemakaman Siti Hasmah
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
PUTRAJAYA, BERITANOW.COM — Tujuh dekade menjalani kehidupan bersama berakhir dengan sebuah perpisahan. Tun Dr Mahathir Mohamad mengantar istrinya, Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali, ke tempat peristirahatan terakhir di Pusara Negara, Putrajaya, Malaysia, Senin (28/9/2026).
Momen haru terlihat saat Mahathir di pemakaman Siti Hasmah mengikuti prosesi terakhir untuk perempuan yang telah menjadi pasangan hidupnya sejak 1956.
Mahathir yang kini berusia 101 tahun hadir dengan menggunakan kursi roda elektrik dan didampingi keluarga. Ia tetap mengikuti rangkaian penghormatan terakhir meski kondisi fisiknya tampak terbatas.
Siti Hasmah meninggal dunia pada usia 100 tahun. Jenazahnya sebelumnya disalatkan di Masjid As-Syarif, Taman Sungai Besi Indah, sebelum dibawa menuju Pusara Negara untuk dimakamkan.
Ribuan warga turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Suasana duka semakin terasa ketika Mahathir berada di sekitar makam istrinya.
Dalam prosesi tersebut, Mahathir dilaporkan meneteskan air mata. Ia kemudian membacakan doa dan menaburkan bunga di pusara Siti Hasmah.
Menikah Sejak 1956
Mahathir dan Siti Hasmah menikah pada 5 Agustus 1956. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tujuh anak.
Pasangan itu bahkan sempat memperingati 70 tahun pernikahan mereka pada Agustus 2026, hanya beberapa pekan sebelum Siti Hasmah meninggal dunia.
Sepanjang hidupnya, Siti Hasmah dikenal bukan hanya sebagai istri Mahathir. Ia merupakan seorang dokter dan aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat Malaysia.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Anak-anak dan kerabat turut mendampingi rangkaian penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan.
Bagi Mahathir, pemakaman tersebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam perjalanan hidupnya. Setelah sekitar 70 tahun berbagi kehidupan, ia harus melepas pasangan yang telah mendampinginya sejak masa awal perjalanan rumah tangga mereka.
Kisah Mahathir di pemakaman Siti Hasmah menjadi gambaran tentang sebuah perpisahan setelah perjalanan rumah tangga yang berlangsung selama tujuh dekade.
Di Pusara Negara, keluarga dan masyarakat Malaysia memberikan penghormatan terakhir kepada Siti Hasmah. Sementara Mahathir menyaksikan prosesi pemakaman istrinya hingga selesai. (*)