Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Kualitas transportasi publik di Jakarta menunjukkan perkembangan positif dalam pemeringkatan internasional tahun 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa posisi transportasi umum ibu kota meningkat dari peringkat ke-17 pada tahun sebelumnya menjadi urutan ke-15 dunia berdasarkan survei yang dipublikasikan majalah perjalanan Time Out.
Peningkatan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena dinilai sejalan dengan upaya menghubungkan berbagai moda transportasi agar semakin mudah digunakan masyarakat. Integrasi layanan diharapkan dapat memberikan pilihan perjalanan yang lebih praktis bagi warga Jakarta maupun masyarakat dari daerah penyangga.
Pramono menyampaikan perkembangan tersebut ketika ditemui di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin. Ia menjelaskan bahwa hasil survei Time Out menunjukkan adanya peningkatan penilaian terhadap layanan transportasi umum di Jakarta.
Menurut hasil survei yang disampaikan, sebanyak 79,2 persen responden memberikan penilaian positif terhadap transportasi publik di ibu kota. Survei tersebut melibatkan lebih dari 24.000 warga dari berbagai kota.
Integrasi Moda Transportasi Jadi Faktor Penting
Pramono menilai peningkatan peringkat transportasi publik Jakarta tidak terlepas dari semakin terhubungnya berbagai layanan angkutan umum. Moda transportasi yang menjadi bagian dari jaringan tersebut antara lain Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), Transjakarta, Transjabodetabek, dan Mikrotrans.
Keterhubungan antarmoda menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, penumpang diharapkan dapat berpindah dari satu layanan ke layanan lain dengan lebih mudah untuk mencapai tujuan perjalanan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berencana melanjutkan pengembangan jaringan transportasi yang belum terhubung secara optimal. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperluas akses masyarakat terhadap angkutan umum.
Pramono menegaskan bahwa peningkatan layanan perlu terus dilakukan agar transportasi publik Jakarta semakin nyaman dan mampu memenuhi kebutuhan perjalanan warga.
Jakarta Masuk Dua Besar ASEAN
Dalam pemeringkatan yang dirujuk tersebut, Jakarta menempati posisi kedua di kawasan Asia Tenggara untuk kategori transportasi publik, berada setelah Singapura. Sementara itu, pada tingkat dunia, ibu kota Indonesia berada di peringkat ke-15 dari 20 kota yang masuk dalam daftar transportasi publik terbaik tahun 2026.
Capaian ini memperlihatkan posisi Jakarta dalam penilaian pengguna transportasi umum internasional. Meski demikian, pemeringkatan tersebut merupakan hasil survei berdasarkan tanggapan responden, sehingga perlu dipahami sesuai metode dan indikator yang digunakan oleh penyelenggara.
Bagi pemerintah daerah, hasil survei tersebut dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat perkembangan pelayanan transportasi sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki.
Transjabodetabek Bakal Terus Dikembangkan
Salah satu layanan yang mendapat perhatian dalam rencana pengembangan transportasi Jakarta adalah Transjabodetabek. Layanan ini menghubungkan ibu kota dengan kawasan penyangga, termasuk Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Pramono menilai perluasan konektivitas dengan wilayah sekitar dapat membantu masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan menuju Jakarta. Ketersediaan angkutan umum yang terhubung diharapkan memberikan alternatif selain menggunakan kendaraan pribadi.
Pengembangan layanan lintas wilayah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengurangan kepadatan lalu lintas. Semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap transportasi umum, semakin terbuka pula pilihan perjalanan yang dapat digunakan untuk kegiatan bekerja, sekolah, maupun keperluan lainnya.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen melanjutkan pengembangan konektivitas antarmoda dan memperluas jaringan layanan yang belum terhubung.
Kenaikan peringkat transportasi publik menjadi dorongan bagi Jakarta untuk terus memperbaiki kualitas layanan. Integrasi jaringan, kemudahan perpindahan moda, jangkauan rute, dan kenyamanan perjalanan merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan transportasi perkotaan.
Pemerintah juga perlu memastikan bahwa pengembangan layanan dapat menjangkau lebih banyak kawasan permukiman dan pusat kegiatan masyarakat. Dengan demikian, manfaat transportasi umum tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal dekat dengan jalur utama, tetapi juga oleh masyarakat di kawasan penyangga.
Peningkatan peringkat pada 2026 menjadi salah satu indikator positif berdasarkan survei Time Out. Namun, keberlanjutan perbaikan layanan tetap bergantung pada konsistensi pengembangan jaringan, kualitas operasional, serta kemampuan transportasi publik dalam memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat sehari-hari.