Sabtu, 24 Oktober 2026
Breaking News
Internasional

Topan Champi di Taiwan, 977 Penerbangan Dibatalkan

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Topan Champi di Taiwan, 977 Penerbangan Dibatalkan
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

TAIPEI, BERITANOW.COM — Topan Champi di Taiwan memicu gangguan besar pada transportasi udara dan laut pada Jumat (23/10/2026). Sebanyak 977 penerbangan dibatalkan dan 96 layanan feri dihentikan akibat angin kencang serta hujan lebat yang dibawa badai tersebut. Pemerintah setempat juga menutup sekolah dan kantor di berbagai wilayah untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Berdasarkan laporan Central News Agency (CNA) yang diterbitkan Focus Taiwan, pembatalan penerbangan tercatat sejak Kamis hingga pukul 10.00 waktu setempat pada Jumat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 262 merupakan penerbangan domestik, sedangkan 715 lainnya melayani rute internasional dan lintas Selat Taiwan. Gangguan ini turut memengaruhi operasional Bandara Internasional Taoyuan yang mencatat 596 pembatalan penerbangan antara tengah malam dan pukul 09.00 pada hari yang sama.

Satu Orang Meninggal, Ratusan Terluka

Dampak Topan Champi juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Reuters melaporkan satu orang meninggal dunia dan 163 orang mengalami luka-luka akibat dampak badai tersebut. Selain itu, sebanyak 2.639 warga dievakuasi dari kawasan pegunungan yang dinilai berisiko.

Angka korban tersebut merupakan data dalam laporan Reuters pada 23 Oktober 2026. Sebelumnya, otoritas Taiwan melalui CNA melaporkan satu orang meninggal dunia dan 94 orang terluka berdasarkan data hingga pukul 06.00 waktu setempat. Perbedaan angka tersebut menunjukkan adanya pembaruan data seiring berlanjutnya penanganan dampak bencana.

Angin Kencang dan Hujan Lebat Mengancam

Otoritas meteorologi Taiwan menyatakan Champi masih membawa hembusan angin dengan kecepatan sekitar 191 kilometer per jam di dekat pusat badai. Menurut laporan Reuters, posisi badai berada sekitar 170 kilometer di sebelah timur Taiwan pada Jumat. Meski intensitasnya melemah, badai tersebut tetap berpotensi membawa hujan deras, gelombang tinggi, dan angin kencang.

Pemerintah memperingatkan masyarakat agar menjauhi kawasan pantai dan wilayah pegunungan yang rawan bencana. Hujan lebat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur, terutama di daerah yang terpapar langsung dampak badai. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas dan memeriksa informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.

Dampak cuaca ekstrem turut mengganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran di kawasan tersebut. Penumpang yang memiliki jadwal perjalanan menuju atau dari Taiwan diminta memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Perubahan jadwal masih mungkin terjadi mengikuti perkembangan cuaca dan keputusan otoritas setempat. (*)

Komentar (0)