Kamis, 05 November 2026
Breaking News
Internasional

Tolak Bikin Pizza Nanas, Koki Asal Italia Dipecat!

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Tolak Bikin Pizza Nanas, Koki Asal Italia Dipecat!
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

BRISBANE, BeritaNow.com — Bagi sebagian orang, nanas hanyalah buah tropis yang memberikan rasa manis pada pizza. Namun, bagi seorang koki asal Italia, meletakkan potongan nanas di atas adonan pizza ternyata menjadi persoalan harga diri budaya. Prinsip tersebut ikut menyeretnya ke dalam konflik dengan pemilik restoran di Australia, hingga berujung pada pemecatan dan sengketa ketenagakerjaan.

Davide Tamburella, koki Italia yang bekerja di restoran La Costa, Brisbane, diberhentikan pada 20 Mei 2026 setelah berselisih dengan manajemen mengenai sejumlah persoalan pekerjaan. Salah satunya adalah penolakannya menyajikan pizza nanas untuk pelanggan yang mengadakan acara di restoran tersebut. Kasus ini kembali menjadi perhatian setelah komisi hubungan industrial Australia menerbitkan putusan pada Selasa (3/11/2026).

Ketika Nanas Dianggap Menghina Kebudayaan Italia
Tamburella berpendapat bahwa menambahkan nanas pada pizza merupakan penghinaan terhadap tradisi kuliner asal negaranya. Ia bahkan menyatakan bahwa instruksi perusahaan tidak harus dipatuhi apabila bertentangan dengan keyakinan budayanya. Dalam empat tahun terakhir, ia tercatat tiga kali menolak permintaan serupa.

Persoalan memuncak ketika seorang pelanggan memesan hidangan untuk acara dengan nilai transaksi lebih dari 15.000 dolar Australia. Pelanggan tersebut secara khusus menginginkan pizza dengan ham dan nanas. Namun, Tamburella tetap menolak menyediakan kombinasi makanan yang menurutnya tidak pantas disebut pizza.

Pemilik restoran, Elliot Ingram, mengambil pandangan berbeda. Ia mengakui pizza nanas bukan makanan favoritnya, tetapi pengalaman menjalankan bisnis restoran membuatnya lebih memilih mengakomodasi permintaan pelanggan. Bagi pengusaha kuliner, persoalannya bukan semata menjaga tradisi, melainkan juga mempertahankan pelayanan dan pendapatan usaha.

Pizza Hawaiian Ternyata Bukan Berasal dari Hawaii
Perdebatan mengenai nanas sebenarnya mempunyai sejarah panjang dalam dunia kuliner. Pizza Hawaiian yang terkenal dengan kombinasi nanas dan ham justru populer melalui eksperimen Sam Panopoulos, seorang imigran Yunani di Kanada, pada 1962. Ia mencoba memadukan rasa manis dan gurih di restoran Satellite, Ontario.

Nama Hawaiian pun bukan berasal dari tempat kelahiran hidangan tersebut. Menurut sejarah yang dicatat pengelola restoran Satellite, nama itu berkaitan dengan merek nanas kalengan yang digunakan Panopoulos. Dengan demikian, makanan yang diperdebatkan koki Italia dan pelanggan Australia tersebut justru lahir dari kreativitas seorang imigran Yunani di Kanada.

Tradisi kuliner Italia memang dikenal menghargai kualitas bahan, teknik pengolahan, dan identitas hidangan daerah. Namun, penolakan Tamburella tidak dapat dianggap mewakili seluruh orang Italia. Selera makanan tetap beragam, termasuk di antara para koki yang sama-sama menghormati tradisi kuliner negaranya.

Mempertahankan Prinsip, Pekerjaan dan Visa Ikut Terancam
Di balik perdebatan makanan tersebut, terdapat persoalan pekerjaan yang lebih rumit. Manajemen La Costa juga mengeluhkan penggunaan bahasa kasar, cara berkomunikasi, dan perilaku Tamburella dalam lingkungan kerja. Sang koki sendiri mempersoalkan pemecatannya, termasuk kemungkinan kaitannya dengan cedera tangan yang dialaminya setelah memukul pegangan logam.

Pemecatan tersebut turut memengaruhi proses permohonan izin tinggal tetap Tamburella di Australia. Ia telah menjalani proses visa yang membutuhkan sponsor pemberi kerja selama lebih dari tiga tahun. Ketika hubungan kerja berakhir, restoran menghentikan dukungan sponsor sehingga proses keimigrasiannya terganggu.

Tamburella kemudian mengajukan perkara ke Fair Work Commission, lembaga penyelesaian perselisihan ketenagakerjaan Australia. Namun, komisaris Jennifer Hunt menolak permohonannya karena diajukan melewati tenggat waktu yang ditentukan. Putusan itu tidak menetapkan bahwa menolak pizza nanas dengan alasan budaya merupakan dasar pemecatan yang selalu sah.

Restoran La Costa akhirnya tutup pada Juli 2026 setelah masa sewanya berakhir, sedangkan Tamburella telah memperoleh pekerjaan di restoran Italia lainnya di Brisbane. Menariknya, laporan BBC menyebut restoran barunya tidak mencantumkan pizza nanas dalam menu. Untuk sementara, sang koki tampaknya menemukan tempat kerja yang lebih cocok dengan prinsip kulinernya, sementara dunia tetap bebas memperdebatkan apakah buah tropis pantas bertemu keju mozzarella.(*)

Komentar (0)