Jumat, 06 November 2026
Breaking News
Teknologi

Times New Roman Diciptakan Tahun Berapa? Ini Sejarah dan Fakta Menarik di Balik Font Legendaris

Tajusa, M. | | 5 mnt baca
Times New Roman Diciptakan Tahun Berapa? Ini Sejarah dan Fakta Menarik di Balik Font Legendaris
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

BERITANOW.COM - Times New Roman diciptakan pada 1932 dan pertama kali diperkenalkan oleh surat kabar The Times di London, Inggris. Jenis huruf yang kini banyak digunakan dalam dokumen, buku, hingga karya ilmiah ini ternyata memiliki sejarah panjang sebelum dikenal luas seperti sekarang.

Pencarian mengenai Times New Roman diciptakan tahun berapa belakangan menarik perhatian pengguna internet. Tidak sedikit orang yang mengenal font tersebut karena sering digunakan untuk keperluan penulisan tugas, makalah, laporan, maupun dokumen resmi. Namun, sejarah di balik pembuatannya ternyata berawal dari upaya sebuah surat kabar untuk meningkatkan kualitas tampilan dan keterbacaan tulisannya.

Awal Mula Penciptaan Times New Roman
Sejarah Times New Roman bermula ketika surat kabar The Times di Inggris menghadapi kritik terhadap desain huruf yang digunakan dalam penerbitannya. Stanley Morison, seorang ahli tipografi yang bekerja sebagai penasihat Monotype Corporation, menilai bahwa jenis huruf pada surat kabar tersebut sudah ketinggalan zaman dan kurang nyaman dibaca.

Kritik tersebut kemudian menjadi awal dari sebuah proyek pengembangan tipografi baru. Pihak The Times memberikan tantangan kepada Morison untuk menciptakan desain huruf yang lebih baik, terutama dari sisi keterbacaan dan efisiensi penggunaan ruang cetak.

Dalam proses pengerjaannya, Morison bekerja sama dengan seorang juru gambar bernama Victor Lardent. Keduanya merancang jenis huruf yang tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga mampu menampilkan lebih banyak teks dalam ruang yang terbatas tanpa mengurangi kenyamanan pembaca.

Terinspirasi dari Desain Huruf Klasik
Dalam merancang font baru tersebut, Stanley Morison mempelajari berbagai model tipografi klasik. Salah satu desain yang menjadi inspirasinya adalah Plantin, yang memiliki hubungan dengan tradisi tipografi lama karya Robert Granjon.

Morison kemudian melakukan sejumlah penyesuaian agar desain huruf tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan surat kabar modern.

Salah satu perubahan penting dilakukan pada bagian yang dikenal sebagai x-height. Istilah ini merujuk pada tinggi badan huruf kecil, seperti a, c, dan m, yang tidak memiliki bagian menjulang ke atas maupun ke bawah.

Dengan meningkatkan ukuran bagian tersebut, huruf menjadi lebih mudah dikenali ketika dicetak dalam ukuran relatif kecil.

Selain itu, jarak antarhuruf atau tracking juga dibuat lebih rapat. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan ruang pada setiap baris sehingga surat kabar dapat memuat lebih banyak informasi.

Namun, perubahan tersebut tidak dilakukan sembarangan. Ketebalan dan bentuk setiap karakter turut diperhitungkan agar hasil akhirnya tetap jelas ketika dibaca.

Melalui Pengujian Sebelum Digunakan
Sebelum resmi diterbitkan, rancangan Times New Roman melewati berbagai tahap pengujian. Pengembangan jenis huruf ini mempertimbangkan penelitian mengenai keterbacaan tulisan cetak, termasuk laporan British Medical Research Council pada 1926.

Pengujian juga dilakukan dengan melibatkan ahli di bidang kesehatan mata. Selain itu, tim pengembang mencoba membaca teks dalam waktu cukup lama menggunakan kondisi pencahayaan berbeda, baik cahaya alami maupun buatan.

Serangkaian percobaan tersebut bertujuan memastikan bahwa desain huruf baru benar-benar memberikan kenyamanan bagi pembaca.

Setelah melalui beberapa kali pemeriksaan dan penyempurnaan hasil cetak, rancangan akhir akhirnya mendapatkan persetujuan untuk digunakan oleh The Times.

Times New Roman Resmi Diluncurkan pada 3 Oktober 1932
Tanggal 3 Oktober 1932 menjadi momen penting dalam sejarah perkembangan tipografi. Pada hari tersebut, surat kabar The Times secara resmi memperkenalkan jenis huruf baru yang kemudian dikenal dengan nama Times New Roman.

Peluncuran tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam dunia percetakan karena desain huruf itu dikembangkan secara khusus untuk kebutuhan sebuah surat kabar.

Pada masa awal penggunaannya, The Times memiliki hak eksklusif atas jenis huruf tersebut selama satu tahun. Setelah masa eksklusivitas berakhir, penggunaannya mulai berkembang ke berbagai penerbitan lainnya.

Kehadiran Times New Roman memberikan pendekatan baru dalam desain tipografi surat kabar, khususnya dalam menggabungkan efisiensi ruang cetak dengan keterbacaan teks.

Mengapa Times New Roman Sempat Lambat Populer di Amerika?
Meskipun sudah diperkenalkan pada 1932, penggunaan Times New Roman di Amerika Serikat tidak langsung berkembang pesat.

Salah satu kendalanya berkaitan dengan kebutuhan teknis proses pencetakan. Agar karakter huruf dapat tampil maksimal, diperlukan kualitas kertas dan penggunaan tinta yang sesuai.

Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbit membutuhkan waktu sebelum mengadopsinya secara luas.

Meski demikian, font ini akhirnya mulai mendapatkan tempat di industri penerbitan Amerika. Salah satu pengguna awalnya adalah majalah Woman's Home Companion pada Desember 1941.

Selanjutnya, surat kabar Chicago Sun-Times turut menggunakan Times New Roman dalam proses percetakannya pada 1953.

Sejak saat itu, penggunaannya semakin meluas, termasuk untuk penerbitan buku, majalah, dan berbagai kebutuhan dokumen tertulis.

Mengapa Times New Roman Masih Banyak Digunakan?
Hingga sekarang, Times New Roman tetap menjadi salah satu jenis huruf yang mudah ditemukan dalam berbagai aplikasi pengolah kata.

Popularitasnya tidak terlepas dari desain serif yang memberikan karakter formal dan klasik. Bentuk hurufnya juga dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan membaca teks dalam jumlah panjang.

Beberapa alasan font ini masih sering digunakan antara lain:

  • Tampilan formal: Cocok untuk dokumen akademik, laporan, dan tulisan resmi.
  • Mudah dikenali: Memiliki karakter huruf yang sudah sangat familiar bagi banyak pengguna.
  • Cocok untuk teks panjang: Desainnya mendukung kebutuhan membaca paragraf dalam dokumen maupun publikasi.
  • Banyak tersedia: Times New Roman dapat ditemukan pada berbagai perangkat lunak pengolah kata.
  • Memiliki sejarah panjang: Menjadi salah satu jenis huruf yang berpengaruh dalam perkembangan dunia percetakan.

Dengan sejarah yang dimulai dari kebutuhan sebuah surat kabar di Inggris, Times New Roman akhirnya berkembang menjadi salah satu font paling dikenal di dunia.

Komentar (0)