Senin, 19 Oktober 2026
Breaking News
Teknologi

Tesla Roadster Terbaru Bisa Melayang dan Berputar di Udara, Elon Musk Targetkan Produksi 2028

Tajusa, M. | | 6 mnt baca
Tesla Roadster Terbaru Bisa Melayang dan Berputar di Udara, Elon Musk Targetkan Produksi 2028
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

TEXAS, BERITANOW.COM – Tesla kembali menarik perhatian dunia otomotif setelah memperkenalkan generasi terbaru Tesla Roadster pada 15 Oktober 2026 di fasilitas pengujian SpaceX di McGregor, Texas, Amerika Serikat. Mobil sport listrik dua penumpang ini tampil dengan teknologi yang terinspirasi dari industri roket, termasuk pendorong gas bertekanan yang memungkinkan kendaraan melakukan lompatan dan manuver singkat di udara.

Demonstrasi tersebut menjadi sorotan karena Roadster memperlihatkan kemampuan yang jauh berbeda dari mobil sport konvensional. Kendaraan ini tidak hanya dirancang untuk melaju dengan kecepatan tinggi, tetapi juga menampilkan teknologi eksperimental yang memungkinkan mobil terangkat dari permukaan tanah dalam kondisi tertentu. Meski demikian, kemampuan tersebut belum berarti Roadster dapat terbang bebas seperti pesawat.

Tesla Roadster Diklaim Bisa Berakselerasi dalam 0,81 Detik

Salah satu hal paling mencolok dari peluncuran Tesla Roadster terbaru adalah klaim akselerasinya. Dalam demonstrasi yang ditampilkan, mobil tersebut mampu mencapai kecepatan 60 mil per jam atau sekitar 96,6 kilometer per jam hanya dalam waktu 0,81 detik.

Catatan tersebut melampaui target performa yang selama ini menjadi daya tarik Roadster generasi baru. Sementara itu, versi tanpa tambahan pendorong roket diklaim tetap mampu mencapai kecepatan 60 mil per jam dalam waktu kurang dari dua detik.

Wakil Presiden Rekayasa Kendaraan Tesla, Lars Moravy, juga menyampaikan bahwa kecepatan maksimum Roadster dapat melampaui 230 mil per jam atau sekitar 370 kilometer per jam.

Dengan kemampuan tersebut, Roadster diposisikan sebagai mobil sport listrik berperforma ekstrem. Namun, angka akselerasi dan kecepatan yang disampaikan dalam demonstrasi tetap perlu dibedakan dari hasil pengujian independen terhadap kendaraan produksi massal.

Keistimewaan Roadster terbaru terletak pada penggunaan teknologi pendorong gas dingin atau cold-gas thrusters. Sistem ini memanfaatkan gas bertekanan yang dilepaskan melalui sejumlah nosel untuk menghasilkan gaya dorong, bukan pembakaran bahan bakar seperti mesin roket konvensional.

Menurut informasi yang dipaparkan dalam demonstrasi, sistem pendorong ditempatkan di beberapa bagian kendaraan. Nosel di bagian belakang menghasilkan dorongan utama, sedangkan konfigurasi lainnya membantu mendukung manuver tertentu.

Teknologi tersebut memungkinkan Roadster melakukan gerakan singkat yang tidak lazim bagi mobil jalan raya. Akan tetapi, penggunaannya masih menghadapi tantangan teknis, terutama dalam hal kapasitas gas, pengendalian kendaraan, keselamatan, serta penerapan pada mobil yang nantinya dijual kepada konsumen.

Tesla juga memperlihatkan sistem kipas dan penyedot udara di bagian bawah kendaraan. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan gaya tekan ke bawah atau downforce, sehingga ban memperoleh cengkeraman lebih kuat pada permukaan tertentu.

Kombinasi teknologi otomotif dan rekayasa kedirgantaraan inilah yang membuat Roadster terbaru menjadi salah satu proyek paling ambisius Tesla.

Demonstrasi Roadster Berputar di Udara hingga Melompati Mobil

Dalam acara pengenalan di Texas, Tesla memperlihatkan serangkaian atraksi yang tidak biasa. Roadster melaju menaiki lintasan melengkung hingga berada dalam posisi terbalik dengan bantuan sistem penyedot udara.

Setelah itu, kendaraan melepaskan diri dari lintasan dan menggunakan pendorong gas untuk melakukan gerakan berputar sebelum kembali mendarat. Demonstrasi lainnya memperlihatkan mobil tersebut melompati deretan kendaraan Tesla, termasuk truk listrik Tesla Semi.

Aksi tersebut disebut sebagai manuver kickflip. Penampilan itu menjadi salah satu bagian paling mencolok dalam acara peluncuran karena memperlihatkan bagaimana teknologi pendorong dapat digunakan untuk membantu mengendalikan orientasi kendaraan di udara.

Untuk mengurangi risiko selama demonstrasi, kendaraan dikendalikan tanpa pengemudi manusia di dalamnya. Sebuah manekin bernama Starman digunakan sebagai pengganti pengemudi.

Walaupun terlihat seperti adegan film fiksi ilmiah, demonstrasi tersebut dilakukan dalam lingkungan pengujian yang terkendali. Karena itu, kemampuan melakukan lompatan singkat tidak dapat langsung disamakan dengan kemampuan terbang jarak jauh atau beroperasi secara bebas di ruang udara publik.

Di balik berbagai kemampuan futuristisnya, Tesla Roadster masih menyisakan pertanyaan mengenai aspek keselamatan dan legalitas. Kendaraan dengan teknologi pendorong gas bertekanan membutuhkan pengujian menyeluruh sebelum dapat digunakan secara luas.

Elon Musk juga menyampaikan bahwa Roadster dikembangkan dengan penekanan besar pada performa dan pengalaman berkendara, bukan sebagai kendaraan yang mengutamakan keselamatan di atas semua aspek lainnya.

Pernyataan tersebut membuat kesiapan kendaraan untuk digunakan di jalan umum menjadi perhatian. Sistem pendorong, manuver udara, serta teknologi penyedot yang digunakan dalam demonstrasi membutuhkan standar pengujian dan persetujuan regulator yang sesuai.

Status Roadster sebagai mobil yang dapat melayang juga perlu dipahami secara hati-hati. Demonstrasi yang diperlihatkan menunjukkan kemampuan melakukan lompatan dan manuver udara dalam waktu singkat, bukan penerbangan berkelanjutan seperti pesawat.

Dengan demikian, konsumen tidak seharusnya menganggap seluruh fitur demonstrasi tersebut otomatis tersedia pada setiap varian Roadster yang nantinya diproduksi.

Harga Tesla Roadster dan Target Produksi 2028

Tesla menargetkan produksi Roadster generasi terbaru dimulai pada 2028. Jadwal tersebut menunjukkan bahwa calon pembeli masih perlu menunggu sebelum mobil ini tersedia secara luas.

Roadster pertama kali diperkenalkan pada 2017, sehingga target produksi terbaru datang setelah penantian bertahun-tahun. Meski pemesanan mulai menjadi bagian dari rencana komersialnya, harga akhir kendaraan dan waktu pengiriman tetap menjadi informasi penting yang perlu dipastikan.

Dalam skema reservasi yang diumumkan, calon pembeli varian tertentu diminta membayar uang deposit. Nilai deposit berbeda berdasarkan versi kendaraan yang dipilih, sementara varian berkemampuan lebih ekstrem ditawarkan dengan akses terbatas.

Informasi pemesanan juga perlu diperhatikan secara teliti karena uang reservasi bukan berarti kendaraan langsung tersedia untuk dikirim. Calon pembeli sebaiknya memeriksa ketentuan resmi, status produksi, dan persyaratan pengembalian dana sebelum melakukan pembayaran.

Tesla menyebut Roadster sebagai salah satu mobil terakhirnya yang masih mengandalkan pengemudi manusia. Pernyataan tersebut menambah daya tarik kendaraan ini di tengah perkembangan teknologi swakemudi dan kendaraan otonom.

Apakah Tesla Roadster Cocok untuk Jalanan Indonesia?

Teknologi yang ditampilkan Tesla memang menarik, tetapi penerapannya di Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan. Infrastruktur jalan, kondisi lalu lintas, ketersediaan fasilitas pendukung, serta regulasi kendaraan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

Kemampuan melompat atau melakukan manuver di udara juga bukan kebutuhan utama untuk mobilitas harian. Bagi penggunaan di jalan raya, faktor seperti keselamatan, efisiensi energi, kenyamanan, dan kemudahan perawatan tetap lebih relevan.

Selain itu, Roadster yang dilengkapi sistem pendorong udara belum tentu memperoleh izin untuk digunakan di seluruh wilayah. Tesla sendiri menyatakan bahwa versi dengan kemampuan udara tertentu belum disetujui untuk penggunaan di jalan umum.

Meski begitu, kemunculan Roadster terbaru menunjukkan bagaimana batas antara teknologi otomotif dan kedirgantaraan terus berkembang. Mobil yang dahulu hanya menjadi gambaran dalam film fiksi ilmiah kini diperlihatkan mampu melakukan lompatan singkat melalui sistem pendorong khusus.

Apakah teknologi ini nantinya benar-benar dapat diterapkan secara luas masih menjadi pertanyaan. Yang jelas, Tesla Roadster generasi terbaru telah membawa gagasan mobil sport listrik ke arah yang semakin futuristis, meskipun jalan menuju produksi massal dan penggunaan sehari-hari masih membutuhkan banyak pembuktian.

Komentar (0)