Sabtu, 24 Oktober 2026
Breaking News
Olahraga

Tak Diunggulkan, Duet Leli-Barce Taklukkan Raksasa Asia

Riskal Arief | | 4 mnt baca
Tak Diunggulkan, Duet Leli-Barce Taklukkan Raksasa Asia
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

NAGOYA, BERITANOW.COM — Pasangan para tenis meja Indonesia, Leli Marlina dan Barce Layaba, mencetak prestasi gemilang dengan meraih medali emas Asian Para Games 2026 di Jepang. Keduanya menjadi juara nomor ganda campuran kelas XD10 setelah menyingkirkan pasangan China di semifinal dan mengalahkan Korea Selatan pada pertandingan final. Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Indonesia yang sebelumnya hanya menargetkan empat medali perunggu dari cabang para tenis meja.

Bertanding di Sky Hall Toyota, Kamis (22/10/2026), Leli-Barce mengalahkan Kim Younggun/Moon Sunghye dari Korea Selatan dengan skor 3-1. Pasangan Indonesia sempat kehilangan gim pertama 6-11, tetapi berhasil membalikkan keadaan melalui kemenangan 11-7, 11-8, dan 11-3. Hasil tersebut memastikan medali emas bagi Merah Putih setelah melewati persaingan ketat dengan sejumlah pasangan unggulan Asia.

Kemenangan ini terasa istimewa karena Leli-Barce sebelumnya menumbangkan pasangan China, Zhang Bian/Peng Zhengyang, dengan skor 3-2 pada semifinal. China selama ini dikenal memiliki tradisi kuat dalam olahraga tenis meja, termasuk pada kompetisi para tenis meja internasional. Keberhasilan melewati lawan tersebut menjadi titik penting yang mengantarkan pasangan Indonesia menuju perebutan medali emas.

Mental Juara Lahir dari Pertandingan Sulit
Perjalanan Leli-Barce menuju podium tertinggi tidak berlangsung tanpa tantangan. Barce mengungkapkan bahwa kemenangan atas pasangan Thailand membuat mereka semakin percaya diri untuk menghadapi lawan yang lebih kuat. Keduanya memilih bermain lepas tanpa terbebani status lawan maupun ekspektasi terhadap hasil pertandingan.

Kepercayaan diri tersebut menjadi modal penting ketika menghadapi China di semifinal. Setelah menang melalui lima gim, keduanya memasuki final dengan keyakinan yang semakin besar. Leli menjelaskan bahwa pengalaman beberapa kali menghadapi pemain Korea Selatan dalam kompetisi internasional turut membantu mereka mengendalikan tekanan pertandingan.

Pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara Purba, menilai medali emas tersebut memiliki arti penting bagi kebangkitan prestasi tim nasional. Indonesia terakhir meraih emas para tenis meja Asian Para Games pada edisi 2018 ketika David Jacobs masih memperkuat kontingen. Delapan tahun kemudian, Leli-Barce berhasil mengembalikan Indonesia ke podium tertinggi cabang tersebut.

Mengenal Leli Marlina dan Barce Layaba
Leli Marlina merupakan atlet para tenis meja Indonesia yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Perempuan kelahiran 6 November 1998 itu telah memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan internasional, termasuk ASEAN Para Games. Pada Asian Para Games 2026, Leli juga tampil dalam nomor tunggal putri kelas 4-5 dan ganda putri kelas WD10.

Salah satu pencapaiannya sebelum meraih emas di Jepang adalah kemenangan pada nomor tunggal putri kelas TT5 dalam ASEAN Para Games 2022 di Surakarta. Ia juga pernah meraih prestasi di kejuaraan internasional lainnya, sehingga tidak datang ke Asian Para Games 2026 tanpa pengalaman. Dalam turnamen kali ini, Leli menambah koleksi medalinya melalui perunggu ganda putri WD10 bersama Osrita Muslim.

Sementara itu, Barce Eynstend Layaba merupakan atlet para tenis meja Indonesia yang berkompetisi pada kelas tunggal putra TT4-5. Sebelum meraih emas bersama Leli, ia lebih dahulu mengamankan medali perunggu tunggal putra setelah kalah dari Peng Zhengyang asal China pada semifinal. Asian Para Games 2026 menjadi penampilan pertamanya di ajang tersebut, tetapi ia telah memiliki pengalaman pada kompetisi regional, termasuk ASEAN Para Games 2023 di Kamboja.

Emas untuk David Jacobs, Inspirasi bagi Atlet Indonesia
Leli dan Barce mempersembahkan medali emas mereka untuk mendiang David Jacobs, legenda para tenis meja Indonesia yang meninggal dunia pada 2023. Bagi keduanya, keberhasilan ini bukan hanya tentang kemenangan pribadi, tetapi juga melanjutkan warisan prestasi yang pernah dibangun Jacobs. Mereka turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga, pelatih, dan seluruh pihak yang mendukung perjalanan tim nasional.

Secara keseluruhan, tim para tenis meja Indonesia menutup Asian Para Games 2026 dengan satu medali emas dan enam perunggu. Pencapaian itu melampaui target awal empat perunggu, sekaligus memperlihatkan kemampuan atlet Indonesia bersaing menghadapi kekuatan utama Asia. Hasil tersebut dapat menjadi modal untuk mengevaluasi program pembinaan, persiapan kompetisi, dan pengembangan pasangan potensial menuju kejuaraan berikutnya.

Prestasi Leli-Barce juga membawa pesan lebih luas mengenai pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap olahraga disabilitas. Keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga akses terhadap pelatih, fasilitas latihan, pengalaman internasional, dan sistem pembinaan yang konsisten. Emas dari Nagoya menjadi bukti bahwa investasi pembinaan atlet para olahraga dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan Indonesia.(*)

Komentar (0)