Jumat, 02 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Suyudi Ario Seto: Jejak Panjang dari Reserse ke Kursi Kapolri

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Suyudi Ario Seto: Jejak Panjang dari Reserse ke Kursi Kapolri
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM– Suyudi Ario Seto kini memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pengangkatan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan panjang Suyudi di institusi kepolisian.

Sebelum menduduki jabatan tertinggi di Polri, Suyudi Ario Seto dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan menjalani sejumlah penugasan di lingkungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, hingga kepolisian kewilayahan.

Suyudi lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Pendidikan kepolisiannya antara lain ditempuh di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) pada 2018.

Awal Karier di Dunia Reserse

Jejak Suyudi di bidang reserse dimulai dari sejumlah penugasan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ia pernah dipercaya sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya dan menduduki sejumlah jabatan reserse lainnya.

Kariernya kemudian berkembang melalui berbagai posisi di tingkat kepolisian daerah. Suyudi pernah menjabat Kapolsek Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, hingga Kapolres Majalengka dan Kapolres Bogor.

Pada 2017, ia dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat. Dua tahun kemudian, Suyudi mendapat tugas sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Pengalaman tersebut memperkuat rekam penugasannya dalam bidang penyelidikan dan penyidikan.

Pernah Menangani Kejahatan Khusus dan Siber

Pengalaman Suyudi tidak hanya berada di tingkat kewilayahan. Di lingkungan Bareskrim Polri, ia pernah menduduki posisi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.

Penugasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya ketika kepolisian menghadapi perkembangan bentuk kejahatan yang semakin beragam, termasuk tindak pidana ekonomi dan kejahatan berbasis teknologi.

Setelah itu, Suyudi dipercaya sebagai Wakapolda Metro Jaya pada 2023. Pada 2024, ia mendapat promosi sebagai Kapolda Banten. Jabatan tersebut dijalaninya sebelum kemudian dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dari Kepala BNN ke Kapolri

Suyudi mulai menjabat Kepala BNN pada Agustus 2025. Posisi tersebut memperluas pengalaman kepemimpinannya di tingkat nasional, khususnya dalam penanganan persoalan narkotika.

Setelah hampir setahun memimpin BNN, namanya kemudian diajukan sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. DPR RI memberikan persetujuan terhadap pencalonannya pada 1 Oktober 2026. Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kapolri.

Pelantikan Suyudi sekaligus menempatkannya sebagai pimpinan baru Polri dengan latar belakang karier yang cukup panjang di bidang reserse, kepolisian kewilayahan, serta penugasan di lembaga penegak hukum tingkat nasional.

Kini, perjalanan dari jajaran reserse hingga pucuk pimpinan Polri menjadi bagian penting dari profil Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. (*)

Komentar (0)