Rabu, 21 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Sungai Cileungsi Menghitam Lagi, Pemkab Bogor Tutup Saluran Limbah Tak Berizin

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
Sungai Cileungsi Menghitam Lagi, Pemkab Bogor Tutup Saluran Limbah Tak Berizin
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

BOGOR, BERITANOW.COM – Sungai Cileungsi kembali menghitam dan mengeluarkan bau menyengat. Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai menertibkan sejumlah saluran pembuangan limbah yang diduga berkontribusi terhadap pencemaran sungai tersebut.

Perubahan warna air terlihat di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, hingga kawasan Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri. Kondisi tersebut terpantau pada Selasa, 20 Oktober 2026, dan kembali memicu kekhawatiran masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Air sungai terlihat hitam pekat menyerupai oli. Bau tidak sedap juga tercium di sekitar permukiman warga dan bercampur dengan aroma sampah yang menumpuk di tepi sungai.

Sejumlah warga mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Bau menyengat bahkan dirasakan semakin kuat pada malam hari sehingga mengganggu kenyamanan beraktivitas di rumah.

Pemkab Bogor Telusuri Saluran Pembuangan

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pemerintah daerah telah menindaklanjuti laporan mengenai perubahan warna air Sungai Cileungsi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi saluran pembuangan yang mengarah ke sungai. Pemerintah daerah juga mulai menutup sejumlah saluran yang diketahui tidak memiliki izin.

Rudy menegaskan, penelusuran dilakukan untuk mengetahui sumber pembuangan limbah tanpa terburu-buru menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab.

Menurutnya, saluran pembuangan yang perlu diperiksa tidak hanya berasal dari kawasan industri. Terdapat pula saluran dari sejumlah lokasi lain yang alirannya bermuara ke Sungai Cileungsi.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga mendorong perbaikan pengelolaan limbah, termasuk melalui pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penyelesaian persoalan pencemaran Sungai Cileungsi yang telah berlangsung lama.

Air Sungai Kembali Menghitam Setelah Sempat Membaik

Sebelumnya, kondisi Sungai Cileungsi kembali menjadi perhatian setelah airnya berubah menjadi hitam pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C), Puarman, dilaporkan menemukan perubahan kondisi air di kawasan Bumi Mutiara, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri.

Penelusuran ke arah hulu juga menemukan kondisi serupa di sekitar Jembatan Cikuda, kawasan Wanaherang. Selain air yang menghitam, muncul laporan mengenai bau tidak sedap dan ikan yang menggelepar di sejumlah titik.

Perubahan tersebut terjadi setelah kondisi sungai dilaporkan sempat membaik selama sekitar satu bulan.

Fenomena ini kembali menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan pembuangan limbah serta keberlanjutan upaya pemulihan kualitas air sungai.

Penyebab Sungai Cileungsi Menghitam Masih Perlu Dipastikan

Perubahan warna air Sungai Cileungsi diduga berkaitan dengan persoalan pencemaran. Namun, penetapan sumber dan pihak yang bertanggung jawab tetap membutuhkan pemeriksaan lapangan serta bukti pendukung.

Sejumlah pemberitaan pada 20 Oktober 2026 juga mengutip penjelasan mengenai sedimentasi limbah yang telah menumpuk di dasar sungai. Ketika debit air menyusut, endapan tersebut diduga lebih terlihat dan memengaruhi warna air.

Meski demikian, penjelasan tersebut perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan khusus atas kejadian terbaru. Pengujian sampel air dan penelusuran sumber pembuangan diperlukan untuk memastikan kondisi kualitas air serta jenis pencemarnya.

Persoalan ini penting ditangani karena Sungai Cileungsi mengalir dari wilayah Kabupaten Bogor menuju Bekasi dan menjadi bagian dari sistem perairan yang menopang kehidupan masyarakat serta ekosistem di sekitarnya.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menertibkan saluran pembuangan yang tidak berizin, tetapi juga memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai ketentuan lingkungan.

Pemantauan berkala, transparansi hasil pengujian kualitas air, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terbukti menjadi langkah penting agar Sungai Cileungsi tidak terus berulang kali menghitam. (*)

Komentar (0)