Starbucks Tutup 250 Gerai dalam Waktu Dekat, Ini Alasannya
Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Starbucks akan menutup sekitar 250 gerai di kawasan Amerika Utara dalam waktu dekat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menata kembali jaringan gerainya sekaligus mendukung strategi pemulihan bisnis yang sedang dijalankan.
Perusahaan menyebut sejumlah lokasi yang masuk dalam daftar penutupan tidak lagi memenuhi standar yang ditetapkan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan dan mitra. Sebagian gerai lainnya juga dinilai tidak lagi memberikan kinerja finansial yang sesuai dengan target perusahaan.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1 persen dari sekitar 18.000 gerai Starbucks di Amerika Utara. Penutupan ini menjadi bagian lanjutan dari program restrukturisasi yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional.
CEO Starbucks Brian Niccol sebelumnya telah menjalankan langkah serupa melalui penutupan sejumlah gerai serta pengurangan tenaga kerja di tingkat korporasi. Program tersebut merupakan bagian dari rencana restrukturisasi bernilai sekitar US$1 miliar.
Di bawah kepemimpinan Niccol, Starbucks tengah menjalankan strategi jangka panjang untuk memperbaiki performa bisnis dan mendorong kembali pertumbuhan perusahaan. Sejumlah perubahan telah dilakukan di Amerika Utara, mulai dari pembaruan kafe, peningkatan pelayanan kepada pelanggan hingga penyederhanaan pilihan menu.
Dalam laporan regulasi yang diterbitkan pada Kamis, 24 September 2026, Starbucks memperkirakan biaya yang muncul akibat penutupan gerai mencapai sekitar US$300 juta.
Dari total tersebut, sekitar US$200 juta diperkirakan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk penghentian kontrak sewa lebih awal dan pembayaran pesangon kepada pekerja yang terdampak.
Hingga kini, Starbucks belum mengumumkan secara keseluruhan daftar gerai yang akan ditutup. Namun, pemberitahuan mengenai penutupan akan mulai ditempelkan di sejumlah kafe yang terdampak pada akhir pekan. Informasi mengenai gerai yang ditutup juga akan diperbarui melalui aplikasi Starbucks.
Meski melakukan pengurangan jumlah gerai, Chief Operating Officer Starbucks Mike Grams menyampaikan optimisme terhadap prospek perusahaan di Amerika Utara.
Dalam komunikasinya kepada karyawan, Grams menyebut Starbucks masih melihat peluang pertumbuhan jangka panjang di kawasan tersebut. Perusahaan juga tetap menjalankan rencana untuk menambah jaringan gerai baru.
Rencana pembukaan gerai Starbucks secara global pada tahun ini juga mengalami penyesuaian. Perusahaan memperkirakan hanya sekitar 440 gerai baru yang akan dibuka, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran 600 hingga 650 gerai.
Di sisi lain, kinerja penjualan Starbucks mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan. Berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan, penjualan sebanding di Amerika Utara menunjukkan pertumbuhan, seiring peningkatan transaksi dan nilai pembelian pelanggan.
Starbucks sebelumnya juga melaporkan bahwa strategi Back to Starbucks mulai memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan. Pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026, penjualan sebanding di Amerika Utara tumbuh 8,1 persen, dengan jumlah transaksi sebanding naik 4,5 persen dan nilai transaksi rata-rata meningkat 3,5 persen.
Dengan berbagai langkah tersebut, Starbucks kini berfokus pada penataan jaringan gerai, peningkatan pengalaman pelanggan dan efisiensi operasional sebagai bagian dari agenda pemulihan bisnis jangka panjang. (*)