Siklon Tropis Champi Terpantau di Pasifik, BMKG Ingatkan Gelombang hingga 4 Meter
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau keberadaan Siklon Tropis Champi di Samudra Pasifik bagian utara Papua Nugini, Senin (19/10/2026). Meski pusat siklon berada jauh di luar wilayah Indonesia, dampaknya tetap dirasakan lewat gelombang tinggi dan potensi cuaca ekstrem di berbagai penjuru Tanah Air.
Menurut prakirawan BMKG, Nisa, sistem ini memiliki tekanan pusat 935 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum mencapai 105 knot, setara sekitar 194 kilometer per jam. Siklon bergerak ke arah barat laut dan memicu terbentuknya daerah konvergensi di Laut Filipina, Samudra Pasifik utara Papua, serta di sekitar sistem siklon itu sendiri. Daerah konvergensi inilah yang kemudian mendorong pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, meski BMKG tidak menyatakan secara eksplisit seluruh potensi cuaca ekstrem di dalam negeri disebabkan langsung oleh Champi.
Dampak di laut dan udara
Dampak paling nyata dirasakan di perairan Indonesia bagian barat. BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter yang berpotensi melanda perairan Kepulauan Riau, pesisir Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Potensi banjir rob turut mengintai wilayah pesisir tersebut, sehingga warga di sekitar kawasan terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya.
Di sektor penerbangan, BMKG mengingatkan potensi pertumbuhan awan cumulonimbus di 14 kawasan Indonesia, membentang dari perairan sekitar Aceh dan Selat Malaka hingga Kalimantan dan Papua. Awan jenis ini dikenal berisiko mengganggu penerbangan karena turbulensi dan potensi petir di dalamnya. Penumpang pesawat diimbau terus memantau informasi terbaru dari bandara maupun maskapai sebelum melakukan perjalanan udara.
Di darat, sejumlah wilayah turut diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat, termasuk potensi hujan petir di Padang dan Tanjung Selor. Sebagian daerah lain, seperti Tanjung Pinang, Palembang, dan Bandar Lampung, diperkirakan mengalami kondisi udara kabur atau berkabut, yang menurut sejumlah laporan turut dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Kemarau masih berlangsung
Peringatan dampak Siklon Champi ini muncul di tengah musim kemarau yang masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia akibat pengaruh El Nino. BMKG sebelumnya mencatat 1.474 titik mengalami Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem panjang hingga pertengahan September, meski curah hujan ekstrem sempat tercatat di beberapa daerah seperti Aceh (187 mm per hari) dan Sumatra Utara (95 mm per hari) pada pertengahan Oktober.
Kombinasi antara kemarau panjang di sebagian wilayah dan potensi hujan lebat di wilayah lain inilah yang membuat BMKG menegaskan bahwa cuaca tidak akan merata di seluruh Indonesia pada periode ini. Masyarakat diimbau tetap memantau kanal resmi InfoBMKG untuk mendapatkan informasi cuaca wilayah masing-masing secara akurat, alih-alih mengandalkan prediksi umum yang belum tentu berlaku merata.
BeritaNow akan terus memantau pergerakan lanjutan Siklon Tropis Champi dan kemungkinan perubahan intensitasnya dalam beberapa hari ke depan, mengingat siklon ini masih aktif bergerak ke arah barat laut. Perkembangan gelombang tinggi dan potensi banjir rob di wilayah pesisir terdampak, serta pembaruan status siaga cuaca ekstrem di Aceh dan Sumatra Barat, juga masuk dalam pantauan dalam beberapa hari mendatang.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.