Siapa Sosok Tandyo Budi Revita yang Kini Pegang Kendali TNI AD?
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Pelantikan sembilan pejabat negara oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (15/10/2026), menyisakan satu kejutan yang baru benar-benar terasa sehari kemudian: posisi Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) kini diisi sosok yang justru pernah menjadi bawahannya sendiri, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Pergantian ini memicu dua reaksi berbeda dari Komisi I DPR, sekaligus mengangkat nama Tandyo dari balik bayang-bayang Maruli ke pusat perhatian publik.
Sebelum dilantik sebagai KSAD, Tandyo justru menjabat Wakil Panglima TNI, posisi yang baru saja diisi Maruli setelah ia dicopot dari kursi KSAD yang dipegangnya sejak Desember 2023. Dengan kata lain, dua jenderal ini bertukar posisi secara langsung dalam satu prosesi pelantikan yang sama di Istana Negara. Pertukaran posisi semacam ini tergolong jarang terjadi dalam sejarah mutasi perwira tinggi TNI, karena biasanya pejabat baru diambil dari jabatan berbeda, bukan saling menggantikan secara langsung.
Keputusan presiden yang menjadi dasar pelantikan Tandyo tertuang dalam Keppres Nomor 106 TNI tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Wahyu Yudhayana saat upacara berlangsung. Prosesi ini menegaskan bahwa pergantian KSAD bukan sekadar rotasi rutin, melainkan keputusan strategis presiden yang kini mulai dibedah publik, termasuk latar belakang sosok yang mengisinya.
Jejak panjang Tandyo sebelum duduk di kursi KSAD
Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969 dan merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1991 dari kecabangan Infanteri Kostrad. Rekam jejaknya di dunia militer terbilang panjang dan variatif, dimulai sebagai Komandan Tim Khusus Combat Intelligence Yonif Linud 330/Tri Dharma pada 1995, hingga menjabat Komandan Brigif Linud 17/Kujang I pada 2011-2012. Pengalaman tempur dan komando lapangan inilah yang membentuk reputasinya sebagai perwira dengan latar belakang infanteri kuat.
Selain pengalaman di lapangan, Tandyo juga memiliki rekam jejak panjang di jalur pendidikan dan kebijakan pertahanan. Ia pernah menjabat Direktur Bela Negara Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan pada 2018-2019, dilanjutkan sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabadiklat) Kemhan pada 2021-2023. Kombinasi pengalaman komando lapangan dan birokrasi kebijakan pertahanan inilah yang kerap disebut menjadi modal penting bagi perwira yang dipersiapkan menuju posisi puncak TNI AD.
Sebelum akhirnya dilantik sebagai KSAD, Tandyo sempat menjabat Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro pada 2023-2024, lalu dipromosikan menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) sejak Februari 2024. Jenjang karier yang konsisten naik inilah yang membuat Tandyo dianggap sudah matang dan siap ketika akhirnya dipercaya memegang posisi tertinggi di jajaran TNI AD.
DPR: ini bukan sekadar rotasi biasa
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai pertukaran posisi KSAD dan Wakil Panglima TNI ini murni bagian dari dinamika dan penyegaran kepemimpinan di lingkungan TNI. Politikus PKS itu menegaskan bahwa Maruli dan Tandyo sama-sama jenderal senior yang sudah memahami tantangan serta potensi di institusi tersebut, sehingga selisih tingkat jabatan di antara keduanya tidak terlalu jauh. Ia menyatakan keyakinannya bahwa kedua jenderal itu mampu bekerja dengan baik di posisi barunya masing-masing.
Pandangan berbeda, meski sama-sama mendukung, datang dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. Ia justru membingkai pergantian ini sebagai langkah strategis Presiden Prabowo di tengah kompleksitas geopolitik dan tantangan global saat ini, mulai dari ketegangan regional hingga isu keamanan yang berdampak langsung pada masyarakat. Menurutnya, kebijakan ini mencerminkan kemampuan presiden membaca situasi internasional secara tepat, sehingga Komisi I DPR menyatakan dukungan penuh dan berharap implementasinya berjalan efektif.
Dave menambahkan bahwa kesinambungan kepemimpinan menjadi kunci penting untuk memastikan program penguatan pertahanan nasional tetap berjalan berkelanjutan meski terjadi pergantian posisi. Dua sudut pandang DPR ini, satu menekankan dinamika organisasi biasa dan satu lagi menyoroti pertimbangan geopolitik, menunjukkan bahwa pergantian pucuk pimpinan TNI AD ini dibaca publik dengan bobot yang tidak ringan, meski keduanya sepakat mendukung keputusan presiden.
BeritaNow masih memantau beberapa hal, seperti arahan pertama Tandyo sebagai KSAD kepada jajaran TNI AD, termasuk kabar bahwa ia sudah menerima instruksi Presiden Prabowo untuk mempercepat sejumlah program pemerintah dan menyinggung isu Papua. Dinamika lanjutan di internal TNI usai pertukaran posisi dua jenderal senior ini juga penting dipantau, mengingat baik Maruli maupun Tandyo kini mengemban tanggung jawab besar di jabatan masing-masing yang baru.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.