Sesi Perdagangan IHSG 5 November 2026 Rebound 2,25% ke 5.030
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Sesi perdagangan IHSG 5 November 2026 menunjukkan rebound kuat setelah indeks sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya. IHSG naik 110,49 poin atau 2,25 persen ke level 5.030,26 pada perdagangan Kamis.
IHSG dibuka di level 4.998,34 dan sempat menyentuh posisi terendah 4.995,45. Minat beli kemudian meningkat dan mendorong indeks menembus level psikologis 5.000 hingga mencapai posisi tertinggi 5.072,05.
Penguatan tersebut menunjukkan minat beli mulai kembali setelah pasar mengalami koreksi tajam. Meski demikian, keberlanjutan rebound masih perlu dikonfirmasi oleh volume transaksi dan arus dana asing.
Minyak Naik, Tekanan Inflasi Kembali
Harga minyak Brent naik 1,47 dolar atau 1,55 persen ke level US$96,09 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah minyak sempat bergerak pada rentang US$93,50 hingga US$96,14 per barel.
Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan kekhawatiran inflasi karena biaya transportasi dan produksi dapat naik. Kondisi tersebut juga berisiko memperkuat ekspektasi bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi.
Bagi Indonesia, kenaikan minyak berpotensi menekan rupiah melalui kebutuhan impor energi. Pelemahan rupiah selanjutnya dapat membatasi minat investor asing terhadap saham domestik.
Investor perlu memantau apakah kenaikan harga minyak berlanjut. Jika tren tersebut bertahan, sentimen terhadap saham energi dan transportasi dapat bergerak lebih fluktuatif.
Rebound Masih Perlu Dikonfirmasi
IHSG bergerak dalam rentang 4.995,45 hingga 5.072,05 pada sesi perdagangan hari ini. Rentang tersebut menunjukkan pasar masih berada dalam fase pemulihan setelah tekanan jual pada hari sebelumnya.
Penguatan di atas 5.000 merupakan sinyal positif bagi IHSG. Namun, indeks perlu bertahan di atas level tersebut agar peluang pemulihan semakin kuat.
Tekanan pada saham berkapitalisasi besar kemungkinan masih menjadi faktor utama. Pergerakan saham perbankan, energi, telekomunikasi, dan komoditas akan sangat memengaruhi arah indeks.
Investor juga perlu memantau arus dana asing. Jika investor global masih melakukan penjualan bersih, peluang rebound IHSG dapat terbatas meski indeks sempat menembus 5.000.
Indikator yang Harus Diperhatikan
Investor perlu memantau pergerakan harga minyak, rupiah, dan arus dana asing sebagai indikator utama. Ketiga faktor tersebut akan menentukan apakah IHSG mampu bertahan atau kembali tertekan.
Level 4.995 menjadi support terdekat yang perlu dijaga. Jika level tersebut ditembus, IHSG berisiko bergerak lebih rendah pada perdagangan berikutnya.
Sementara itu, level 5.072 menjadi resistance terdekat. IHSG perlu menembus dan bertahan di atas level tersebut agar peluang penguatan semakin terbuka.
Saham perbankan, energi, telekomunikasi, dan komoditas kemungkinan tetap menjadi penentu arah IHSG. Pergerakan saham berbobot besar tersebut akan sangat memengaruhi pergerakan indeks secara keseluruhan.(*)
Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.