Rabu, 04 November 2026
Breaking News
Ekonomi & Bisnis

Sesi Perdagangan IHSG 4 November 2026 Berbalik Hijau, Naik 0,04%

Riskal Arief | | 2 mnt baca
Sesi Perdagangan IHSG 4 November 2026 Berbalik Hijau, Naik 0,04%
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Sesi perdagangan IHSG 4 November 2026 berbalik menguat tipis setelah indeks sempat tertekan pada pembukaan. IHSG naik 1,84 poin atau 0,04 persen ke level 4.906,13 pada perdagangan Rabu.

IHSG dibuka melemah ke level 4.856,96 dan sempat menyentuh posisi terendah 4.824,36. Namun, minat beli mulai kembali muncul dan mendorong indeks naik hingga 4.912,79.

Penguatan tipis tersebut menunjukkan pasar mencoba pulih setelah koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya. Meski demikian, IHSG masih berada di bawah level psikologis 5.000 sehingga tekanan jual belum sepenuhnya hilang.

Minyak Turun, Tekanan Inflasi Mereda
Harga minyak Brent turun 0,12 dolar atau 0,12 persen ke level US$103,48 per barel. Penurunan tersebut memberikan sedikit kelegaan bagi pasar setelah kenaikan harga energi sempat menekan sentimen investor.

Minyak yang lebih murah dapat membantu mengurangi kekhawatiran inflasi karena biaya transportasi dan produksi berpotensi terkendali. Kondisi tersebut juga memberi ruang bagi investor untuk kembali menilai aset berisiko.

Bagi Indonesia, penurunan harga minyak dapat membantu meredakan tekanan pada rupiah melalui penurunan kebutuhan impor energi. Namun, dampaknya masih terbatas karena nilai tukar dan arus dana asing tetap menjadi faktor utama.

Investor perlu memantau apakah penurunan harga minyak berlanjut. Jika tren tersebut bertahan, sentimen terhadap saham energi dan transportasi dapat bergerak lebih stabil.

Pasar Masih Berjalan Hati-hati
IHSG bergerak dalam rentang 4.824,36 hingga 4.912,79 pada sesi perdagangan hari ini. Rentang yang cukup lebar menunjukkan volatilitas masih tinggi dan investor masih berhati-hati dalam mengambil posisi.

Penguatan tipis belum cukup untuk mengubah tren jangka pendek. IHSG masih perlu menembus dan bertahan di atas level 5.000 agar peluang pemulihan semakin kuat.

Tekanan pada saham berkapitalisasi besar kemungkinan masih menjadi faktor utama. Pergerakan saham perbankan, energi, telekomunikasi, dan komoditas akan sangat memengaruhi arah indeks.

Investor juga perlu memantau arus dana asing. Jika investor global masih melakukan penjualan bersih, peluang rebound IHSG dapat terbatas meski harga minyak menurun.

Indikator yang Harus Diperhatikan
Investor perlu memantau pergerakan harga minyak, rupiah, dan arus dana asing sebagai indikator utama. Ketiga faktor tersebut akan menentukan apakah IHSG mampu bertahan atau kembali tertekan.

Level 4.824 menjadi support terdekat yang perlu dijaga. Jika level tersebut ditembus, IHSG berisiko bergerak lebih rendah pada perdagangan berikutnya.

Sementara itu, level 5.000 menjadi resistance penting. IHSG perlu menembus dan bertahan di atas level tersebut agar peluang pemulihan semakin terbuka.

Saham perbankan, energi, telekomunikasi, dan komoditas kemungkinan tetap menjadi penentu arah IHSG. Pergerakan saham berbobot besar tersebut akan sangat memengaruhi pergerakan indeks secara keseluruhan.(*)

Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.

Komentar (0)