Rabu, 21 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Serpihan Roket China Zhuque 2E Ditemukan di Kotim, Dievakuasi ke Lanud Iskandar

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Serpihan Roket China Zhuque 2E Ditemukan di Kotim, Dievakuasi ke Lanud Iskandar
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

KOTAWARINGIN TIMUR, BERITANOW.COM – Penemuan serpihan benda asing di area perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 26, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menarik perhatian sejumlah instansi terkait. Benda yang ditemukan pada Senin pagi, 19 Oktober 2026, tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari roket pembawa satelit milik China, Zhuque 2E.

Identifikasi dilakukan setelah petugas Bandara H Asan Sampit menindaklanjuti laporan penemuan benda tersebut. Penelusuran kemudian melibatkan beberapa lembaga, termasuk Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, mengatakan bahwa koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan asal-usul serpihan yang ditemukan di kawasan perkebunan tersebut.

Menurut Zachrudien, informasi mengenai temuan itu telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

BRIN Identifikasi Serpihan sebagai Bagian Roket China

Berdasarkan informasi yang diterima dari BRIN, serpihan yang ditemukan di Kotim tersebut merupakan bagian dari roket China Zhuque 2E. Benda itu dilaporkan jatuh di wilayah Kotawaringin Timur pada Minggu, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 17.36 WIB.

BRIN juga menyampaikan bahwa serpihan tersebut tidak mengandung bahan beracun. Informasi ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses penanganan benda asing yang ditemukan di area perkebunan kelapa sawit tersebut.

Meski demikian, identifikasi dan pengamanan tetap dilakukan untuk memastikan karakteristik benda serta mengantisipasi risiko yang mungkin timbul selama proses pemeriksaan.

Penemuan ini menjadi perhatian karena sehari sebelumnya warga di sejumlah wilayah Kotim dilaporkan mendengar suara dentuman keras dari arah langit. Peristiwa tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan jatuhnya benda dari luar angkasa setelah serpihan ditemukan di kawasan perkebunan.

KNKT Telusuri Kemungkinan Dampak terhadap Penerbangan

Selain BRIN, KNKT turut melakukan penelusuran untuk mengetahui kemungkinan hubungan peristiwa tersebut dengan aktivitas penerbangan di wilayah sekitar.

Dalam proses pemeriksaan, KNKT berkoordinasi dengan AirNav Indonesia serta operator pesawat udara. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, tidak ditemukan laporan pesawat yang mengalami kehilangan kontak terkait kejadian itu.

KNKT juga memperhatikan tanda berupa kode yang tertera pada salah satu bagian serpihan, yakni “2ZQE31-20-15”. Kode tersebut memiliki kemiripan dengan penamaan roket Zhuque 2E sehingga menjadi salah satu petunjuk dalam proses identifikasi.

Penelusuran kemudian dilanjutkan melalui koordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) yang berada di bawah BRIN. Dari koordinasi tersebut, KNKT memperoleh konfirmasi bahwa puing yang ditemukan merupakan bagian dari roket pembawa satelit milik China.

Analisis mengenai lintasan masuk kembali benda ke atmosfer atau reentry juga menunjukkan kesesuaian jalur dengan lokasi penemuan serpihan di wilayah Kotawaringin Timur.

Serpihan Roket Dievakuasi ke Lanud Iskandar

Setelah dilakukan penelusuran awal, serpihan roket tersebut dipindahkan dari lokasi penemuan untuk menjalani proses identifikasi lanjutan.

Zachrudien menjelaskan bahwa benda tersebut telah dievakuasi ke Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Iskandar di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Pemindahan dilakukan untuk mendukung pemeriksaan lebih lanjut sekaligus menjaga keamanan di sekitar lokasi penemuan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan benda asing yang diduga berasal dari aktivitas peluncuran antariksa. Pemeriksaan lanjutan diperlukan agar informasi mengenai karakteristik dan asal-usul puing dapat dipastikan melalui koordinasi lembaga yang berwenang.

Sebelumnya, suara dentuman keras terdengar di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur pada Minggu sore, 18 Oktober 2026. Sehari kemudian, serpihan benda asing ditemukan di perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit.

Pada salah satu bagian benda tersebut terdapat kode “2ZQE31-20-15 240256KY”, yang turut membantu proses penelusuran asal-usulnya.

Dengan adanya konfirmasi dari BRIN dan koordinasi bersama KNKT, serpihan yang ditemukan di Kotim tersebut telah diidentifikasi sebagai bagian dari roket Zhuque 2E milik China. Proses pemeriksaan lebih lanjut menjadi bagian dari upaya memastikan informasi teknis dan keamanan terkait penemuan tersebut.

Komentar (0)