Rabu, 21 Oktober 2026
Breaking News
Internasional

Serangan Drone Ukraina Picu Kebakaran Terminal Minyak Rusia

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Serangan Drone Ukraina Picu Kebakaran Terminal Minyak Rusia
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

ST. PETERSBURG, BERITANOW.COM – Serangan drone Ukraina dalam skala besar mengguncang wilayah Rusia pada Minggu (18/10/2026). Serangan tersebut memicu kebakaran di sejumlah fasilitas strategis di St. Petersburg, termasuk terminal minyak dan depot bahan bakar, serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Dampak serangan tersebut tidak hanya menyentuh sektor energi. Fasilitas logistik dan pusat data juga dilaporkan terdampak, sementara aktivitas penerbangan di bandara utama St. Petersburg mengalami gangguan.

Gubernur St. Petersburg Alexander Beglov menyampaikan bahwa serangan itu mengakibatkan sedikitnya satu orang meninggal dunia dan lima lainnya terluka. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api yang muncul di sejumlah lokasi.

Fasilitas yang dilaporkan mengalami kebakaran meliputi terminal minyak St. Petersburg, depot minyak Ruchi, serta gudang industri di Distrik Kolpinsky, kawasan selatan kota tersebut.

Selain itu, perusahaan perdagangan elektronik Rusia, Ozon, melaporkan kebakaran di pusat logistiknya. Perusahaan teknologi VK juga menyatakan pusat datanya di wilayah Leningrad menjadi sasaran serangan drone. Meski demikian, VK menyebut layanan mereka tetap beroperasi normal.

Rusia Klaim Ribuan Drone Dihancurkan

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menetralisasi 1.015 drone Ukraina dalam serangan semalam.

Menurut pernyataan kementerian tersebut, drone-drone itu terdeteksi di 15 wilayah Rusia, Semenanjung Krimea yang diduduki Rusia, serta kawasan Laut Hitam.

Angka tersebut merupakan klaim militer Rusia mengenai drone yang berhasil dinetralisasi. Jumlah itu tidak berarti seluruh drone mencapai sasaran atau menyebabkan kerusakan.

Di wilayah Leningrad, Gubernur Alexander Drozdenko juga melaporkan pemadaman listrik yang berdampak pada sekitar 20.000 warga setelah serangan berlangsung.

Pembatasan operasional turut diberlakukan di Bandara Pulkovo, St. Petersburg, dengan alasan keselamatan penerbangan.

Ketegangan Rusia-Ukraina Kembali Meningkat

Serangan tersebut berlangsung ketika upaya diplomatik untuk meredakan perang Rusia-Ukraina menghadapi tantangan. Kedua negara masih saling melancarkan serangan, termasuk terhadap fasilitas yang berkaitan dengan sektor energi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya menuduh Rusia terus menyerang infrastruktur energi Ukraina. Ia menyebut terdapat 76 serangan terhadap sektor energi, minyak, dan gas Ukraina selama sepekan sejak pengumuman mengenai gencatan senjata energi.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik serangan Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia. Trump beralasan bahwa tekanan tambahan terhadap Moskow berpotensi menghambat perundingan untuk mengakhiri perang.

Perbedaan pandangan tersebut menambah tantangan diplomatik di tengah berlanjutnya pertempuran.

Hingga Senin (19/10/2026), dampak serangan terhadap fasilitas energi Rusia dan perkembangan konflik kedua negara masih menjadi perhatian internasional. (*)

Komentar (0)