Minggu, 04 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Rutan Depok Investigasi Video Viral Dugaan Pesta Sabu dan Joget Disko

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Rutan Depok Investigasi Video Viral Dugaan Pesta Sabu dan Joget Disko
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

DEPOK, BERITANOW.COM — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok tengah menyelidiki video viral yang diduga memperlihatkan sejumlah warga binaan berjoget mengikuti musik disko sambil mengonsumsi narkoba. Video itu beredar di media sosial dan memicu keresahan publik.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR) Kelas I Depok, Bogi Nurseto, menyatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan langsung melakukan penelusuran internal. Menurutnya, pihak rutan tidak mengabaikan setiap laporan yang disampaikan masyarakat.

Isi Video yang Beredar
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @dewanperwakilannetizen.id. Dalam rekaman, terlihat sejumlah pria berada di sebuah ruangan dengan pencahayaan minim dan lampu berwarna-warni menyerupai suasana klub malam. Musik dengan volume keras terdengar mengiringi aktivitas mereka.

Salah seorang pria tampak memegang benda yang diduga merupakan alat isap sabu atau bong. Narasi yang menyertai video menyebut lokasi kejadian berada di lingkungan pemasyarakatan wilayah Depok.

Dalam ruangan itu juga terlihat sebuah kaus bertuliskan "Blok A" yang digantung. Detail tersebut digunakan pengunggah untuk memperkuat dugaan bahwa lokasi dalam video memang berada di Rutan Depok.

"Haloo selamat sore @rutandepok ada paket nih. Mantap juga ya bisa nerocoy bebas di sana, bisa joget dengan volume musik keras," tulis akun tersebut, seperti dikutip CNN Indonesia.

Respons Rutan Depok
Bogi Nurseto menyatakan bahwa investigasi terhadap video tersebut masih berlangsung. Pihaknya melakukan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran secara internal untuk memastikan kondisi sebenarnya.

"Menindaklanjuti hal tersebut, saat ini kami melaksanakan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran secara internal untuk memastikan kondisi yang sebenarnya," ujar Bogi, seperti dikutip Kompas.com.

Ia menegaskan bahwa setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti berdasarkan fakta dan hasil pengecekan di lapangan. Menurutnya, proses investigasi ini juga dibarengi dengan evaluasi dan penguatan pengawasan di seluruh lini Rutan Depok.

"Kami juga terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan untuk memastikan seluruh pelaksanaan tugas, pelayanan, keamanan, dan ketertiban di Rutan Depok berjalan," ungkapnya.

Bogi menyebut langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah, yaitu Zero Halinar atau bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.

Ditjenpas Jabar Turun Tangan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat turut melakukan pemeriksaan di Rutan Depok pada Minggu (4/10/2026). Kepala Kanwil Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno, menyatakan tim gabungan tengah mengumpulkan informasi terkait dugaan tersebut.

"Pokoknya siapa pun menurut hasil pemeriksaan terindikasi terkait dengan masalah tersebut pasti ditindak. Malah kita akan proses hukum jika ada unsur pidananya," kata Yudi, seperti dikutip Liputan6.com.

Yudi menjelaskan bahwa pihaknya rutin memberikan imbauan dan peringatan untuk mencegah potensi pelanggaran, baik oleh petugas maupun warga binaan. Pengawasan terhadap warga binaan di Jawa Barat dilakukan dengan dukungan sekitar 3.400 pegawai, meski petugas pengamanan hanya sekitar 500 orang untuk seluruh UPT di Jawa Barat.

Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Ditjenpas. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap dugaan aktivitas dalam video tersebut.

Sorotan Publik
Kasus ini muncul tak lama setelah Lapas Cibinong menjadi sorotan publik karena temuan fasilitas mewah. Sejumlah warganet mempertanyakan bagaimana aktivitas seperti dalam video dapat terjadi di lingkungan rutan, terutama setelah pihak Rutan Depok disebut baru menggelar razia pada 24 September 2026 dan menyatakan tidak menemukan narkoba.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang memastikan video tersebut benar direkam di dalam Rutan Kelas I Depok. Kebenaran lokasi, waktu pengambilan gambar, dan identitas orang-orang dalam video masih dalam proses verifikasi pihak berwenang.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber. Ilustrasi dibuat oleh AI (kecerdasan buatan).

Komentar (0)