Sabtu, 17 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Rumah Penuh Sampah Dibersihkan, Tugas Pemkot Depok Belum Selesai

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Rumah Penuh Sampah Dibersihkan, Tugas Pemkot Depok Belum Selesai
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

DEPOK, BERITANOW — Ada sedikit kabar melegakan dari rumah Oja dan Apriyanah di Meruyung, Limo, Depok, menjelang akhir pekan ini. Tumpukan pakaian, plastik, barang bekas, dan sampah yang sebelumnya memenuhi hampir setiap ruang mulai diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Sebagian lantai rumah yang sebelumnya nyaris tidak terlihat kini kembali dapat digunakan. 

Pada Jumat (16/10/2026), volume sampah disebut sudah berkurang sekitar separuh dibandingkan dua hari sebelumnya. Tumpukan yang sempat meluber hingga gang di depan rumah juga menyusut setelah pengangkutan dilakukan secara bertahap. Namun pekerjaan belum selesai karena masih terdapat barang dan sampah yang dijadwalkan kembali diangkut. 

Pemerintah Datang, Rumah Mulai Bernapas
Bagi Apriyanah, pembersihan tersebut memberi perubahan yang sangat nyata. Ia mengaku senang dan berterima kasih karena rumah yang selama ini sesak oleh barang mulai kembali memiliki ruang. Bersama ibu dan anaknya, ia juga ikut membereskan sisa barang setelah petugas melakukan pengangkutan. 

Keterlibatan pemerintah penting karena persoalan keluarga ini memang sulit diselesaikan hanya dengan imbauan menjaga kebersihan. Oja bekerja sebagai pengamen dengan penghasilan tidak menentu sekitar Rp90.000 hingga Rp100.000 pada hari tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhan tujuh penghuni rumah. Apriyanah sebelumnya mengaku tidak mempunyai uang untuk membayar jasa pengangkutan sampah, sementara rumah mereka juga tidak memiliki lahan kosong untuk menampungnya. 

Di sinilah pemerintah daerah menjalankan fungsi yang lebih besar daripada sekadar mengirim truk sampah. Ketika keterbatasan ekonomi membuat sebuah keluarga kesulitan memperoleh lingkungan tempat tinggal yang sehat, persoalannya telah menyentuh pelayanan sosial, kesehatan lingkungan, perumahan, hingga akses terhadap sistem persampahan. Membersihkan rumah adalah langkah pertama yang tepat, tetapi bukan garis akhir.

Jangan Tunggu Rumah Penuh Sampah Lagi
Kasus ini sebenarnya menyimpan peringatan karena kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Warga bersama RT, RW, LPM, organisasi masyarakat, dan lingkungan sekitar pernah membantu membersihkan rumah Oja sekitar 2020. Setelah beberapa waktu, barang bekas kembali menumpuk hingga akhirnya kondisi rumah kembali menjadi perhatian publik. 

Artinya, pendekatan yang hanya berupa operasi pembersihan mempunyai risiko menghasilkan siklus yang sama: sampah menumpuk, masyarakat mengeluh, kasus menjadi viral, pemerintah turun tangan, rumah dibersihkan, lalu perhatian beralih ke tempat lain. Jika penyebab dasarnya tidak ditangani, tidak ada jaminan beberapa tahun kemudian persoalan tersebut tidak muncul kembali.

Pemkot Depok karena itu perlu melihat keluarga ini secara lebih utuh. Pendampingan dapat melibatkan kelurahan, DLHK, Disrumkim, dinas sosial, serta perangkat RT dan RW untuk memastikan akses pengangkutan sampah tersedia, kondisi rumah layak, dan keluarga tidak kembali terjebak pada persoalan yang sama. Pemerintah juga dapat memantau secara berkala tanpa menunggu keluhan masyarakat atau unggahan media sosial.

Akhir pekan ini, rumah Oja dan Apriyanah memang terlihat lebih lapang. Tetapi ukuran keberhasilan pemerintah bukan berapa karung sampah yang berhasil diangkut dalam beberapa hari, melainkan apakah enam bulan atau setahun dari sekarang rumah tersebut tetap sehat dan layak dihuni.

Rumah penuh sampah di Depok ini pada akhirnya mengingatkan bahwa pelayanan publik terbaik bukan hanya datang ketika masalah sudah terlihat besar, tetapi bekerja sebelum masalah yang sama sempat tumbuh kembali.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)