Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
DEPOK, BERITANOW.COM — Rumah pasangan suami istri Oja (41) dan Apriyanah (36) di Jalan Tiga Putra, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, kembali dipenuhi tumpukan sampah dan barang bekas. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi, karena warga setempat pernah bergotong royong membersihkan rumah tersebut sekitar tahun 2020.
Ketua RW 04 Meruyung, Ahmad Firdaus, menyatakan pembersihan kala itu melibatkan Ketua LPM, pengurus RW dan RT, organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, serta warga setempat. Namun, setelah rumah dirapikan, barang-barang tidak terpakai kembali dimasukkan hingga menumpuk seperti sekarang.
Alasan Ekonomi di Balik Tumpukan Sampah
Apriyanah mengaku keluarganya tidak memiliki uang untuk membayar biaya pengangkutan sampah. Karena itu, sebagian sampah dan barang bekas menumpuk di rumahnya.
"Iya, tidak ada uang buat bayar sampahnya," ujar Apriyanah, seperti dikutip Kompas.com.
Meski demikian, ia mengaku senang ketika Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bersedia membantu membuang sampah dan membersihkan rumahnya. Ketika ditanya apakah ia merasa sayang membuang barang-barang tersebut, Apriyanah menjawab dengan tegas bahwa ia justru senang barang itu dibuang.
Penghasilan Tidak Menentu untuk Tujuh Orang
Oja bekerja sebagai pengamen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari pekerjaan itu, ia terkadang memperoleh Rp90.000 hingga Rp100.000 sehari, meski jumlahnya tidak menentu.
Penghasilan terbatas itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan tujuh orang yang tinggal di rumah tersebut, yakni Oja, Apriyanah, tiga anak mereka, serta ibu dan adik Apriyanah. Ibu Apriyanah, Aisyah (52), mengumpulkan botol plastik bekas untuk dijual, sementara adik Apriyanah, Suwandi, juga tidak selalu mendapatkan pekerjaan.
"Ya patungan sih untuk rezeki, siapa saja, kadang-kadang emak, kadang-kadang saya," ujar Oja.
Oja bersyukur tetangga dan perangkat RT dan RW di lingkungannya peduli dengan keterbatasan ekonomi mereka. Warga kerap membantu memberikan makanan, air, maupun bantuan lain. RT dan RW juga bersedia membantu menyekolahkan anak kedua mereka di Sekolah Dasar.
Mengganggu Akses Gang Tetangga
Persoalan penumpukan barang bekas di rumah Oja tidak hanya berkaitan dengan kondisi tempat tinggal. Sebagian barang juga diletakkan di gang yang menjadi akses menuju rumah salah satu tetangganya.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan tumpukan barang memenuhi hampir setiap sudut rumah. Pakaian bekas, kantong plastik, wadah, hingga berbagai barang rumah tangga menutupi lantai dan menyisakan ruang gerak terbatas bagi penghuni.
Di luar rumah, teras hingga gang dipenuhi karung berisi botol plastik bekas dan sejumlah galon bekas. Karung-karung tersebut tersusun hingga setinggi pinggang orang dewasa sehingga mempersempit akses gang.
Ahmad mengatakan pengurus lingkungan telah beberapa kali menegur keluarga Oja karena barang yang ditumpuk mengganggu akses jalan tetangga. Beruntung, tetangga yang rumahnya diakses melalui gang tersebut masih memiliki jalan alternatif.
"Justru udah malah ribut jadinya. Dia tetangga Oja udah malas bilang sebetulnya. Sebetulnya tuh akses buat masuk rumah dia tetangganya," ungkap Ahmad.
Harapan agar Warga Menjaga Kebersihan
Ahmad menegaskan kondisi tersebut bukan berarti lingkungan setempat tidak pernah memberikan perhatian kepada keluarga Oja. Menurutnya, pengurus lingkungan juga telah berulang kali membantu.
Karena itu, ia berharap Oja dan keluarganya dapat menjaga kebersihan rumah secara mandiri. Warga telah menunjukkan kepedulian dengan membantu membersihkan rumah tersebut pada 2020, dan diharapkan tidak perlu terus dimintai bantuan untuk kebersihan rumah sendiri.
" Itu kita sudah mencontohkan, selanjutnya harusnya dijagalah oleh yang bersangkutan. Masa iya warga diminta bantuan terus, cuma sekadar kebersihan rumah sendiri," tegas Ahmad.
Pemerintah Kota Depok melalui DLHK dan Disrumkim telah memberikan atensi terhadap kondisi keluarga Oja. Bantuan pembersihan diharapkan dapat memperbaiki kondisi rumah sekaligus mengembalikan akses gang bagi tetangga yang terdampak.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.