Selasa, 29 September 2026
Breaking News
Internasional

Rubio Sebut Ada "Aktor Asing" di Balik Insiden RAF Fairford, Lima Tersangka Dibebaskan dengan Jaminan

Riskal Arief | | 4 mnt baca
Rubio Sebut Ada "Aktor Asing" di Balik Insiden RAF Fairford, Lima Tersangka Dibebaskan dengan Jaminan
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

LONDON, BERITANOW.COM — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan insiden di Pangkalan RAF Fairford, Inggris, "jelas melibatkan tangan aktor asing". Pernyataan itu disampaikan saat ia berbicara kepada media AS, tanpa merinci lebih lanjut identitas aktor yang dimaksud. Lima pria yang ditangkap terkait insiden ini telah dibebaskan dengan jaminan pada Senin (28/9/2026).

Kelima tersangka adalah warga negara Inggris berusia 20-an yang tinggal di London. Mereka sebelumnya ditahan karena dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak dan dugaan persiapan tindak pidana terorisme. Polisi menegaskan bahwa mereka masih dalam penyelidikan dengan syarat pembebasan yang ketat.

Pernyataan Rubio dan Ancaman Global
Dalam wawancara dengan Fox News, Rubio menekankan bahwa insiden tersebut merupakan situasi yang sangat serius. Ia menyebut AS akan selalu menanggapi serius ancaman terhadap kepentingan Amerika, termasuk dari pihak yang secara terbuka mengancam menyerang kepentingan AS secara global. Rubio juga berterima kasih kepada otoritas Inggris atas kerja sama mereka dalam menggagalkan ancaman tersebut.

"Apa yang terjadi, apa yang hampir terjadi, apa yang bisa terjadi di Inggris akhir pekan lalu adalah situasi yang sangat serius," kata Rubio. "Ini jelas melibatkan tangan aktor asing. Saya tidak akan merinci lebih jauh soal itu untuk sekarang."

Ia menambahkan akan ada "konsekuensi" atas ancaman terhadap kepentingan AS. Menurutnya, masih akan ada banyak berita yang muncul dalam beberapa hari ke depan terkait kasus ini.

Lima Tersangka Dibebaskan
Kelima pria itu ditangkap pada dini hari Minggu setelah polisi menerima laporan dari seorang petani lokal tentang tiga van putih yang terparkir di dekat pangkalan. Mereka ditahan sekitar 36 jam sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan pada Senin sore. Kepala Kepolisian Kontraterorisme Inggris Laurence Taylor menyatakan penyelidik menempuh "berbagai jalur penyelidikan".

"Saya perlu menyampaikan soal spekulasi tentang kemungkinan keterlibatan Iran, dan kami menjaga pikiran terbuka dalam penyelidikan ini," kata Taylor, seperti dikutip BBC. "Kami mempertimbangkan dari setiap sudut yang mungkin, termasuk bahwa ini mungkin dilakukan oleh proksi atau individu yang secara sadar atau tidak sadar bekerja atas nama negara asing."

Kedutaan Besar Iran di London membantah keterlibatan negaranya. Mereka menyebut tuduhan itu sebagai "spekulasi tak berdasar dan berniat jahat" yang mereka tolak dengan tegas.

Sumber Reuters menyebut tiga van putih yang digunakan para tersangka tidak mengandung bahan peledak yang bisa meledak. Respons polisi pada Minggu juga tidak berbasis intelijen, yang mengindikasikan kelima tersangka tidak berada di bawah pengawasan langsung sebelumnya.

Warga Mulai Kembali ke Rumah
Warga dari sekitar 85 rumah tangga yang dievakuasi pada Minggu mulai kembali ke rumah mereka. Kordon masih terpasang di sekitar lokasi, dan beberapa jalan masih diblokir, sehingga warga harus melewati pos pemeriksaan polisi. Beberapa warga menyatakan kebingungan dan kelelahan menghadapi situasi ini.

Anggota dewan lokal Whelford, Tristan Wilkinson, menyebut butuh "waktu yang cukup lama" bagi kehidupan di desanya untuk kembali normal. Menurutnya, sebagian besar warga sudah pulang, tetapi mereka yang tinggal dekat kordon masih menghadapi pembatasan lebih ketat.

"Orang-orang sangat ingin memahami apa yang sebenarnya terjadi, siapa orang-orang ini dan apa niat mereka," kata Wilkinson kepada BBC Radio Gloucestershire. "Setelah gangguan ini dan desa kecil menjadi berita internasional selama dua hari, orang-orang hanya ingin melanjutkan hidup mereka."

Peningkatan Kewaspadaan
Insiden ini juga berdampak pada pangkalan AS lainnya di Inggris. Di Suffolk, pangkalan Mildenhall dan Lakenheath meningkatkan status siaga ke level "Charlie", tingkat kewaspadaan tertinggi kedua. Status itu biasanya menandakan adanya insiden atau intelijen yang mengindikasikan potensi serangan.

Mantan koordinator Kontraterorisme Nasional Inggris, Nick Aldworth, menilai keputusan membebaskan kelima tersangka tidak diambil secara sembarangan. Menurutnya, syarat pemberian jaminan bersifat konkret dan tidak sepenuhnya diskresioner. Ia menyatakan keyakinannya bahwa keputusan itu dibuat dengan pertimbangan matang, terutama mengingat besarnya sorotan internasional terhadap kasus ini.

Mantan kepala Kantor Keamanan Kontraterorisme Nasional Inggris, Chris Phillips, menduga polisi tidak sepenuhnya mengetahui ancaman tersebut sebelumnya. Ia menilai berdasarkan prosedur yang berlaku, tersangka biasanya sudah dihentikan sebelum membawa bahan peledak ke dalam kendaraan jika memang sudah diawasi. Pernyataan itu berbeda dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut para tersangka telah "dipantau sejak lama".(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)