Kamis, 01 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Reshuffle Kabinet Prabowo: Sejumlah Posisi Strategis Berganti, dari Menlu hingga Kapolri

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
Reshuffle Kabinet Prabowo: Sejumlah Posisi Strategis Berganti, dari Menlu hingga Kapolri
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITA.COM — Reshuffle Kabinet Prabowo pada Kamis (1/10/2026) membawa perubahan pada sejumlah posisi penting dalam pemerintahan. Pergantian tidak hanya terjadi pada jajaran menteri, tetapi juga menyentuh posisi strategis di lingkungan kepolisian dan Istana Kepresidenan.

Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat baru dalam agenda yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya penugasan baru bagi para pejabat yang masuk maupun berpindah posisi dalam struktur pemerintahan.

Salah satu perubahan terjadi pada posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri mendapat penugasan baru sebagai Menko PMK menggantikan Pratikno.

Pergantian tersebut kemudian diikuti perubahan pada Kementerian Luar Negeri. Arrmanatha Christiawan Nasir ditunjuk menjadi Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Arrmanatha merupakan diplomat karier yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

Perubahan juga terjadi pada sektor energi dan hilirisasi. Bahlil Lahadalia mendapat penugasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Selain perubahan di lingkungan kabinet, perhatian publik juga tertuju pada pergantian pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Komjen Pol Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Listyo Sigit selanjutnya mendapat tugas baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Dengan perubahan tersebut, terjadi perpindahan pejabat dari institusi kepolisian ke lingkungan pemerintahan di Istana Kepresidenan.

Agenda Reshuffle Kabinet Prabowo juga mencakup sejumlah wakil menteri dan pejabat lainnya. Perubahan komposisi tersebut membuat beberapa kementerian dan lembaga harus melakukan penyesuaian internal setelah pejabat baru mulai menjalankan tugas.

Dari sisi pemerintahan, pergantian pejabat merupakan bagian dari kewenangan Presiden dalam menyusun dan menata kabinet. Setelah pelantikan, pejabat baru memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menjalankan agenda sesuai bidang masing-masing.

Perubahan pada sejumlah posisi strategis juga akan diikuti proses koordinasi antarkementerian dan lembaga. Terlebih, beberapa pergantian terjadi pada posisi yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebijakan lintas sektor.

Di bidang luar negeri, misalnya, pergantian menteri berlangsung bersamaan dengan perpindahan Sugiono ke posisi Menko PMK. Sementara itu, perubahan di sektor energi dan hilirisasi menempatkan Bahlil pada struktur baru yang berkaitan dengan agenda pengelolaan energi dan pengembangan industri.

Pergantian Kapolri juga menjadi bagian penting dari perubahan pada hari yang sama. Suyudi kini memimpin institusi kepolisian, sementara Listyo Sigit menjalankan tugas baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Setelah pelantikan, perhatian berikutnya akan tertuju pada pelaksanaan tugas masing-masing pejabat baru. Publik juga akan melihat bagaimana perubahan tersebut berdampak terhadap koordinasi pemerintahan dan pelaksanaan program nasional.

Dengan demikian, Reshuffle Kabinet Prabowo pada 1 Oktober 2026 tidak hanya berkaitan dengan pergantian nama dalam susunan kabinet. Perubahan tersebut juga mencakup reposisi sejumlah pejabat pada bidang pemerintahan, energi, hubungan luar negeri, kepolisian, hingga lingkungan Istana Kepresidenan. (*)

Komentar (0)