Minggu, 08 November 2026
Breaking News
Daerah

Puting Beliung Jember: Genteng Beterbangan, 184 Rumah Rusak

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Puting Beliung Jember: Genteng Beterbangan, 184 Rumah Rusak
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Warga Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur, tidak menyangka hujan yang turun sejak siang berubah menjadi bencana. Angin puting beliung menerjang permukiman mereka sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (8/11/2026), dan dalam hitungan menit, atap-atap rumah beterbangan seperti kertas.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyatakan pihaknya menerima informasi kejadian dari Muspika Ledokombo dan langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Petugas bergerak pukul 14.45 WIB dan tiba sekitar pukul 15.00 WIB untuk melakukan asesmen serta penanganan awal.

Genteng Beterbangan, Warga Pasrah
Sugiono, salah seorang warga yang terdampak, menggambarkan momen yang membuat jantung berdebar. Angin datang begitu cepat, membuat warga panik dan sebagian memilih keluar rumah, sebagian lagi bertahan di dalam. Genteng dan atap rumah beterbangan ditiup angin kencang.

"Kami pasrah melihat banyak genteng yang tersapu angin dan tidak bisa berbuat banyak. Yang penting warga selamat, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu," kata Sugiono, seperti dikutip Koran Jakarta.

Meski tidak ada korban jiwa, enam warga dilaporkan mengalami luka ringan. Mereka adalah Siti Khadijah, Alimin, Maysaroh, Pak Mili, dan Ibu Tin, yang menderita luka lecet di kepala dan kaki. Seluruh korban telah mendapat perawatan medis di puskesmas setempat dan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.

Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum Terdampak
Data BPBD Jember menunjukkan total rumah warga yang mengalami kerusakan sedang sebanyak enam kepala keluarga, rusak ringan 178 KK, serta enam unit fasilitas umum turut terdampak . Seblang mencatat angka yang sedikit berbeda, dengan 237 KK terdampak, terdiri dari enam rumah rusak sedang dan 231 rumah rusak ringan.

Fasilitas umum yang rusak meliputi empat mushala dengan kerusakan pada bagian atap, Masjid Nurul Amin, dan atap Madrasah Ibtidaiyah Nuruzzaman yang mengalami kerusakan ringan . Selain itu, sekitar 20 pohon tumbang dan satu rumpun bambu roboh, serta satu tiang listrik PLN patah dan kabelnya tertimpa pohon.

PLN dilaporkan tengah melakukan perbaikan jaringan listrik. Pohon-pohon yang menghalangi jalan sudah dipotong, sehingga akses lalu lintas kembali lancar. Sementara pohon yang tumbang ke arah rumah warga telah dipotong secara mandiri oleh warga setempat dibantu petugas.

Peringatan Musim Pancaroba
Edy mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap masa pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke hujan. Menurutnya, potensi angin kencang biasanya sering terjadi saat perubahan musim tersebut.

Tim gabungan dari BPBD, Muspika, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat masih terus berkoordinasi untuk percepatan penanganan pasca-bencana. Bantuan darurat bagi korban diharapkan segera disalurkan, terutama bagi mereka yang rumahnya mengalami kerusakan sedang.

Bagi warga Sumbersalak, Minggu siang itu akan dikenang sebagai hari ketika langit tidak hanya mengirim hujan, tetapi juga mengirim ujian. Mereka selamat, tetapi atap-atap yang bocor dan dinding yang retak akan menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem tidak pernah meminta izin sebelum datang.(*)

Komentar (0)