Putin Undang Zelensky ke Moskow, Jamin Keamanan untuk Negosiasi
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali membuka peluang dialog langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk membahas konflik kedua negara. Putin disebut bersedia menerima Zelensky di Moskow dan menjamin penyediaan fasilitas serta pengamanan yang diperlukan selama kunjungan berlangsung.
Informasi putin undang zelensky ke moskow disampaikan oleh Yuri Ushakov, ajudan kepresidenan Rusia, pada Selasa (27/10/2026). Laporan Anadolu Agency yang terbit pada 27 Oktober 2026 menyebutkan bahwa tawaran pertemuan itu disampaikan setelah Putin melakukan komunikasi melalui telepon dengan pemimpin Finlandia dan Norwegia.
Menurut Ushakov, Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre menyampaikan bahwa Zelensky menunjukkan ketertarikan untuk mengadakan pembicaraan secara langsung dengan pemimpin Rusia.
Menanggapi informasi tersebut, Putin kembali menyatakan bahwa Moskow terbuka menjadi tempat berlangsungnya pertemuan apabila Zelensky benar-benar ingin melakukan negosiasi tatap muka. Pemerintah Rusia, menurut keterangan Ushakov, siap menyediakan kebutuhan yang diperlukan, termasuk pengaturan keamanan bagi presiden Ukraina.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum memastikan kapan pertemuan kedua pemimpin negara itu akan dilaksanakan. Kepastian mengenai agenda dan kesediaan kedua pihak untuk bertemu masih menunggu perkembangan diplomasi berikutnya.
Putin Buka Peluang Negosiasi Langsung dengan Zelensky
Tawaran pertemuan di Moskow menjadi salah satu perkembangan dalam upaya mencari jalur komunikasi untuk menangani konflik Rusia-Ukraina. Dialog langsung antara kedua pemimpin dinilai sebagai salah satu kemungkinan jalur diplomatik, meskipun realisasinya masih bergantung pada kesepakatan kedua pihak.
Ushakov menjelaskan bahwa Putin menegaskan kembali kesiapan Rusia untuk menerima Zelensky apabila presiden Ukraina tersebut menghendaki pembicaraan langsung. Ia juga menyampaikan bahwa aspek keselamatan akan menjadi bagian dari persiapan kunjungan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan yang dikutip media Rusia, termasuk kantor berita pemerintah Tass. Dengan demikian, informasi mengenai jaminan keamanan tersebut merupakan pernyataan dari pihak Rusia dan belum berarti bahwa pertemuan telah disepakati bersama.
Hingga berita ini disusun, belum ada kepastian mengenai tanggal pelaksanaan pertemuan di Moskow maupun rincian agenda yang akan dibicarakan apabila dialog tersebut benar-benar berlangsung.
Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat Bahas Kelanjutan Negosiasi
Selain kemungkinan pertemuan Putin dan Zelensky, komunikasi antara pemimpin Rusia, Finlandia, dan Norwegia juga membahas rencana melanjutkan perundingan yang melibatkan Rusia, Ukraina, serta Amerika Serikat.
Ushakov menyebut Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebagai lokasi yang direncanakan untuk melanjutkan pembicaraan trilateral tersebut. Pembahasan ini menjadi bagian penting dari upaya diplomatik yang tengah berjalan untuk mencari jalan keluar atas konflik berkepanjangan.
Menurut keterangan ajudan kepresidenan Rusia itu, pihaknya masih memiliki sejumlah pertanyaan dan membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai proses negosiasi yang direncanakan.
Perundingan yang melibatkan tiga negara tersebut berbeda dari usulan pertemuan langsung antara Putin dan Zelensky. Karena itu, perkembangan pembicaraan di Abu Dhabi belum dapat dianggap sebagai kepastian bahwa kedua presiden akan segera bertemu.
Keterlibatan Perwakilan Eropa Belum Dibahas
Dalam penjelasannya, Ushakov juga mengatakan bahwa pembicaraan mengenai siapa yang akan mewakili negara-negara Eropa dalam negosiasi belum menjadi agenda pada tahap tersebut.
Menurut dia, persoalan mengenai keterlibatan perwakilan Eropa baru akan dipertimbangkan pada tahap berikutnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa susunan peserta dalam proses diplomasi masih menjadi bagian yang perlu dibicarakan lebih lanjut.
Sementara itu, komunikasi telepon antara Putin, Stubb, dan Støre berlangsung selama kurang lebih 90 menit. Ushakov menggambarkan percakapan tersebut sebagai pembahasan yang mendalam dan substantif.
Ketiga pemimpin juga disebut sepakat untuk kembali berkomunikasi apabila situasi membutuhkan pembicaraan lanjutan.
Undangan Putin kepada Zelensky untuk datang ke Moskow menambah perkembangan baru dalam upaya membuka jalur dialog langsung antara Rusia dan Ukraina. Namun, tawaran tersebut belum dapat diartikan sebagai kesepakatan untuk menggelar pertemuan maupun sebagai tanda bahwa konflik kedua negara akan segera berakhir.
Sejumlah hal masih perlu dipastikan, mulai dari kesiapan masing-masing pihak, agenda pembahasan, pengaturan keamanan, hingga hasil yang diharapkan dari negosiasi.
Di sisi lain, rencana pembicaraan trilateral di Abu Dhabi juga menjadi perkembangan yang patut diperhatikan. Proses tersebut berpotensi menjadi saluran diplomatik untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan konflik Rusia-Ukraina.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada langkah konkret dari pihak-pihak yang terlibat. Untuk saat ini, undangan ke Moskow masih berupa tawaran yang disampaikan melalui keterangan pejabat Rusia, sementara kepastian pertemuan langsung kedua presiden belum diumumkan. (*)