Pria New York Ditembak Agen ICE di Depan Anaknya yang Masih Balita
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Seorang pria ditembak petugas Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di lingkungan Marble Hill, Manhattan Utara, New York, Kamis (8/10/2026) sore waktu setempat. Insiden ini memicu kemarahan Wali Kota New York Zohran Mamdani, yang menyebut seorang anak berusia lima tahun berada di dalam mobil saat tembakan dilepaskan. Korban dilaporkan selamat dan kini menjalani perawatan di rumah sakit setempat dalam keadaan sadar.
Penembakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat di Marble Hill Avenue, saat tim ICE tengah mencari seorang pria dengan catatan kriminal. Menurut sumber penegak hukum yang dikutip NBC New York, korban diduga berada di dalam mobil ketika sedikitnya satu agen melepaskan tembakan. Penyelidikan polisi berfokus pada sebuah sedan hitam yang diyakini menjadi lokasi kejadian.
Kepolisian New York (NYPD) menegaskan tidak terlibat dan tidak berada di lokasi saat penembakan berlangsung, meski turut mengonfirmasi insiden itu dilakukan “agen federal” lewat unggahan di X. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan FBI dilaporkan turun langsung ke lokasi kejadian, bersama tim forensik FBI dari New York. Gubernur New York Kathy Hochul menyatakan telah menerima pengarahan awal, namun menegaskan publik berhak atas penjelasan penuh dan transparan dari otoritas federal.
Dua versi berbeda: pernyataan ICE dan Wali Kota Mamdani
ICE merilis pernyataan resmi yang menyebut operasi penangkapan menyasar seorang imigran tanpa dokumen asal Republik Dominika, dengan riwayat kejahatan pencurian berat serta sejumlah kasus penangkapan sebelumnya terkait penyerangan, perampokan, dan narkoba. Badan itu juga mengklaim target memiliki keterkaitan dengan geng Trinitarios, kelompok yang menurut mereka pernah membunuh seorang petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan. ICE menyalahkan kebijakan “kota suaka” yang disebutnya membuat target sempat dibebaskan NYPD pada Desember 2023 usai sebelumnya ditangkap.
Versi berbeda datang dari Wali Kota Mamdani. Dalam pernyataan resminya, ia menyebut laporan awal menunjukkan agen mengepung pria tersebut bersama seorang anak berusia lima tahun di dalam mobilnya sebelum melepaskan beberapa tembakan. Mamdani menegaskan anak itu diyakini tidak mengalami cedera fisik, namun menyebut insiden ini sebagai situasi yang sangat serius dan tidak bisa dibenarkan. Ia menyatakan telah menghubungi Presiden Donald Trump dan akan mendesaknya menghentikan seluruh operasi penegakan ICE di New York.
Seorang warga bernama Orlando Perez, yang mengaku menyaksikan langsung kejadian dari gedung tempat tinggalnya, menuturkan kepada Gothamist bahwa ia melihat petugas berompi menembaki mobil yang berusaha melaju pergi, sebelum kemudian mengeluarkan seorang anak dari dalamnya. Anggota Dewan Kota Pierina Sanchez turut menyebut adanya laporan bahwa agen menembus kaca depan mobil, dengan hingga tujuh kali tembakan terdengar warga sekitar. Klaim-klaim saksi ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh ICE maupun penyelidik.
Ketegangan lama antara New York dan kebijakan imigrasi federal
Insiden ini menambah daftar panjang gesekan antara pemerintah kota New York di bawah Mamdani dan kebijakan penegakan imigrasi era Trump. Mamdani, yang dikenal pernah menyerukan pembubaran ICE semasa kampanye, kembali mengulang seruan serupa dalam pernyataannya kali ini, sambil meminta agen itu dijauhkan dari lingkungan warga, rumah sakit, dan anak-anak. Di sisi lain, ICE secara eksplisit menyalahkan kebijakan kota suaka sebagai pemicu situasi berisiko bagi para agennya di lapangan.
DHS sendiri belum menjelaskan apa yang memicu agen melepaskan tembakan, maupun menanggapi laporan soal keberadaan anak di dalam mobil saat insiden terjadi. Ketiadaan penjelasan ini membuka ruang spekulasi publik di tengah ketegangan politik seputar operasi ICE di kota-kota besar AS. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi soal identitas lengkap agen yang menembak maupun hasil pemeriksaan internal terhadapnya.
Perwakilan Kongres AS dari dapil setempat, Adriano Espaillat, menyatakan anak yang berada di dalam mobil kini sudah bersama keluarganya. Insiden ini turut memicu aksi protes warga di sekitar lokasi kejadian tak lama setelah penembakan terjadi. Ketegangan semacam ini mencerminkan pola yang lebih luas antara pemerintah federal dan sejumlah kota besar AS soal batas kewenangan penegakan imigrasi.
Yang perlu dipantau
Penjelasan resmi dari DHS soal pemicu tembakan dan keberadaan anak di lokasi menjadi hal pertama yang dinanti publik. Hasil pertemuan atau komunikasi antara Mamdani dan Presiden Trump, seperti yang dijanjikan wali kota, juga layak diikuti untuk melihat apakah ada perubahan kebijakan operasi ICE di New York. Selain itu, kondisi kesehatan korban serta proses hukum yang mungkin menyertainya masih perlu dipantau lebih lanjut.(*)
Informasi ini dihimpun Beritanow dari berbagai sumber.