Presiden Paraguay Santiago Peña Mundur Usai Ueno Bank Kolaps
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
PARAGUAY, BERITANOW.COM - Presiden Paraguay Santiago Peña mengajukan pengunduran diri di tengah gejolak politik dan keuangan yang melanda negaranya. Krisis tersebut mencuat setelah Ueno Bank, salah satu lembaga perbankan digital besar di Paraguay, mengalami masalah keuangan serius hingga harus diambil alih oleh bank sentral.
Keputusan presiden paraguay santiago peña mundur justru tidak menghentikan proses politik di parlemen. Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay tetap menyetujui dimulainya proses pemakzulan terhadap dirinya, meskipun surat pengunduran diri telah disampaikan secara resmi kepada Kongres.
Peristiwa ini menjadi perhatian internasional karena krisis perbankan Ueno Bank tidak hanya berdampak terhadap nasabah, tetapi juga memunculkan persoalan mengenai pengawasan keuangan, pengelolaan dana publik, dan dugaan konflik kepentingan.
Presiden Paraguay Santiago Peña Sampaikan Pengunduran Diri
Mengutip laporan Anadolu yang diterbitkan Kamis, 5 November 2026, sebanyak 78 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay yang mengikuti sidang menyatakan dukungan terhadap proses pemakzulan Santiago Peña.
Pemungutan suara tersebut berlangsung kurang dari satu jam setelah Menteri Dalam Negeri Paraguay, Enrique Riera, menyerahkan dokumen pengunduran diri presiden kepada pihak Kongres.
Sebelumnya, Peña menyampaikan keputusan mundurnya melalui rekaman video yang diunggah ke media sosial X. Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan nasional, menjaga ketertiban sosial, serta mempertahankan stabilitas lembaga demokrasi.
Peña juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Paraguay apabila selama menjalankan pemerintahan terdapat kebijakan atau tindakan yang tidak sesuai dengan harapan rakyat.
Ia menegaskan bahwa tidak pernah memiliki niat untuk mengkhianati kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepadanya.
Selain membahas pengunduran diri, Peña turut menyoroti nasib masyarakat yang terdampak penutupan Ueno Bank. Ia berharap mekanisme perlindungan simpanan dapat berjalan sehingga dana para nasabah bisa dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Krisis Ueno Bank Picu Demonstrasi di Paraguay
Permasalahan yang menyeret pemerintahan Peña bermula ketika Bank Sentral Paraguay mengambil tindakan terhadap Ueno Bank setelah menemukan persoalan serius pada kondisi permodalan lembaga tersebut.
Hasil pemeriksaan regulator menunjukkan bahwa tingkat kecukupan modal bank mengalami penurunan hingga berada jauh di bawah ketentuan minimum. Kondisi itu mendorong otoritas mengambil alih penanganan dan memulai proses penyelesaian terhadap bank tersebut.
Ueno Bank diketahui memiliki hampir tiga juta nasabah. Jumlah tersebut menjadikannya salah satu penyedia layanan perbankan digital dengan jangkauan besar di Paraguay.
Penutupan layanan dan pembatasan akses rekening kemudian menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Banyak nasabah menghadapi kesulitan mengakses tabungan maupun dana yang sebelumnya tersimpan melalui layanan perbankan tersebut.
Dampaknya meluas hingga ke ibu kota Asunción. Ribuan warga turun ke jalan untuk menyampaikan protes dan meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai kondisi perbankan serta kepastian pengembalian dana mereka.
Demonstrasi berlangsung selama beberapa hari dan meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Peña.
Hubungan Bisnis Peña dengan Ueno Bank Jadi Sorotan
Persoalan Ueno Bank semakin berkembang menjadi krisis politik setelah muncul informasi mengenai hubungan bisnis Santiago Peña dengan perusahaan yang berkaitan dengan lembaga keuangan tersebut.
Peña sebelumnya diketahui memiliki kepentingan saham di Ueno Holding, perusahaan induk yang memiliki keterkaitan dengan bisnis Ueno. Kepemilikan tersebut dilaporkan telah dilepaskan pada 2025.
Riwayat hubungan bisnis itu kemudian menjadi perhatian anggota parlemen oposisi. Mereka mempertanyakan kemungkinan adanya konflik kepentingan dalam kebijakan pemerintah dan pengawasan terhadap lembaga perbankan tersebut.
Sejumlah anggota parlemen juga mengemukakan dugaan penyalahgunaan dana pensiun serta kemungkinan adanya upaya menutupi persoalan keuangan Ueno Bank.
Namun, berbagai tuduhan tersebut masih harus dibuktikan melalui penyelidikan dan proses hukum. Karena itu, dugaan yang disampaikan kelompok oposisi tidak dapat dianggap sebagai kesimpulan hukum.
Tekanan politik terhadap Peña semakin meningkat setelah dukungan dari internal Partai Colorado mulai melemah. Horacio Cartes, mantan Presiden Paraguay yang juga memiliki pengaruh besar dalam partai tersebut, dilaporkan menarik dukungannya terhadap Peña.
Situasi ini membuat posisi politik presiden semakin tertekan ketika parlemen mulai membahas proses pemakzulan.
Sejumlah Eksekutif Ueno Bank Diperiksa Aparat
Di tengah perkembangan politik, aparat penegak hukum Paraguay juga melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam persoalan Ueno Bank.
Sebanyak delapan eksekutif bank dilaporkan telah ditahan dalam rangkaian penanganan perkara tersebut. Selain itu, 27 pejabat bank dan pihak terkait menghadapi dakwaan atas dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan pengelolaan lembaga keuangan.
Kejaksaan turut mendalami proses pengawasan bank, pengelolaan dana publik, serta kemungkinan adanya pelanggaran dalam aktivitas keuangan perusahaan.
Sementara itu, otoritas terkait mulai melakukan pemindahan rekening nasabah ke lembaga perbankan lain sebagai bagian dari upaya melindungi kepentingan masyarakat.
Pemerintah dan regulator juga mengupayakan mekanisme pengembalian simpanan melalui skema penjaminan yang berlaku. Berdasarkan laporan Associated Press, dana nasabah yang memenuhi ketentuan perlindungan simpanan diperkirakan dapat memperoleh penggantian secara penuh dalam jumlah besar.
Kongres Paraguay Tolak Pengunduran Diri Peña
Perkembangan berikutnya membuat situasi politik Paraguay semakin rumit. Berdasarkan laporan Associated Press pada 5 November 2026, kedua kamar Kongres tidak menerima pengunduran diri yang diajukan Santiago Peña.
Dengan demikian, pengajuan mundur tersebut tidak serta-merta mengakhiri persoalan politik yang sedang berlangsung. Senat kemudian melanjutkan proses persidangan pemakzulan terhadap Peña.
Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang berawal dari krisis perbankan telah berkembang menjadi proses konstitusional yang melibatkan lembaga legislatif dan aparat penegak hukum.
Penyelidikan juga masih berlangsung untuk mengungkap kemungkinan pelanggaran dalam pengawasan Ueno Bank dan pengelolaan dana publik yang ditempatkan di lembaga tersebut.
Masa Jabatan Peña Seharusnya Berakhir pada 2028
Santiago Peña mulai menjabat sebagai Presiden Paraguay pada Agustus 2023. Berdasarkan masa jabatan lima tahun, kepemimpinannya semestinya berlangsung hingga Agustus 2028.
Namun, krisis Ueno Bank telah membawa pemerintahannya menghadapi tekanan besar, mulai dari demonstrasi masyarakat, melemahnya dukungan politik, hingga proses pemakzulan di Kongres.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan lembaga legislatif dan hasil penyelidikan aparat penegak hukum.
Kasus ini sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan sektor perbankan, transparansi pengelolaan dana publik, serta perlindungan simpanan masyarakat ketika sebuah lembaga keuangan mengalami kegagalan.(*)