Senin, 26 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Prakiraan Cuaca BMKG: Jawa Barat Siaga, Sejumlah Kota Potensi Hujan Petir

Riskal Arief | | 4 mnt baca
Prakiraan Cuaca BMKG: Jawa Barat Siaga, Sejumlah Kota Potensi Hujan Petir
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BeritaNow.com — Masyarakat di sejumlah kota besar Indonesia perlu mengantisipasi perubahan cuaca pada Senin (26/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di berbagai wilayah, sementara beberapa kota berpotensi mengalami hujan disertai petir. Di tengah prakiraan tersebut, Jawa Barat termasuk provinsi yang mendapat peringatan tingkat siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Prakirawan BMKG Puji S menyampaikan potensi hujan petir di Tanjung Pinang, Pontianak, dan Banjarmasin. Hujan sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Medan dan Bandung, sedangkan sejumlah kota lain berpotensi mengalami hujan ringan. Perbedaan intensitas tersebut menunjukkan kondisi cuaca tidak seragam, sehingga masyarakat perlu memperhatikan prakiraan sesuai wilayah masing-masing.

Peringatan BMKG memiliki arti penting bagi masyarakat yang memulai aktivitas pada awal pekan. Hujan berpotensi mengganggu perjalanan, kegiatan luar ruangan, serta aktivitas perdagangan dan distribusi barang apabila disertai genangan atau gangguan jarak pandang. Namun, prakiraan hujan tidak berarti seluruh wilayah akan mengalami banjir ataupun cuaca ekstrem.

Sumatera dan Jawa Berpotensi Diguyur Hujan
Di Sumatera, hujan ringan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Padang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, dan Pangkalpinang. BMKG juga memperkirakan hujan sedang di sebagian wilayah Medan serta hujan petir di Tanjung Pinang. Sementara itu, Pekanbaru dan Bengkulu diprakirakan mengalami kondisi udara kabur.

Memasuki Pulau Jawa, sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami hujan ringan. Bandung mendapat perhatian khusus karena terdapat potensi hujan sedang yang dapat memengaruhi mobilitas masyarakat. Dalam peringatan cuaca ekstrem tiga harian, BMKG menempatkan Jawa Barat pada kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk 26 Oktober.

Kategori siaga tersebut berlaku pada tingkat provinsi dan tidak berarti seluruh kabupaten atau kota di Jawa Barat akan diguyur hujan sangat lebat. Wilayah Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat dalam informasi BMKG. Masyarakat perlu memeriksa pembaruan peringatan dini setempat untuk mengetahui lokasi dan waktu yang lebih spesifik.

Kalimantan Waspadai Petir, Sulawesi Bervariasi
Di Kalimantan, Pontianak dan Banjarmasin diprakirakan mengalami hujan disertai petir. Sementara itu, hujan ringan berpotensi terjadi di Palangka Raya, Samarinda, dan Tanjung Selor. Kondisi tersebut perlu diperhatikan terutama oleh pekerja luar ruangan dan masyarakat yang melakukan perjalanan antardaerah.

Untuk Sulawesi, hujan ringan diperkirakan terjadi di Mamuju, Makassar, dan Gorontalo. Manado, Palu, dan Kendari justru diprakirakan mengalami udara kabur. Kondisi udara kabur tidak dapat langsung disimpulkan sebagai dampak kebakaran hutan tanpa data kualitas udara dan identifikasi sumber partikulat.

Di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar serta Kupang diprakirakan berawan, sedangkan Mataram berpotensi mengalami udara kabur. Wilayah Indonesia timur juga menunjukkan variasi, dengan hujan ringan hingga sedang di Nabire, Jayawijaya, Jayapura, dan Merauke. Adapun Ternate dan Manokwari diperkirakan berawan tebal, sementara Ambon serta Sorong berpotensi mengalami udara kabur.

Hujan Turun, Ancaman Kekeringan Belum Berakhir
Meskipun hujan diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, BMKG mengingatkan bahwa sebagian Indonesia masih mengalami kondisi panas dan relatif kering. Dalam prakiraan mingguan periode 23–29 Oktober, lembaga tersebut menjelaskan bahwa fenomena El Niño yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole positif masih memengaruhi distribusi curah hujan. Akibatnya, potensi hujan tidak tersebar merata, bahkan ketika beberapa wilayah mengalami peningkatan intensitas hujan.

BMKG sebelumnya mencatat suhu maksimum mencapai 39,2 derajat Celsius di Lampung dan 39 derajat Celsius di Jawa Barat pada 21 Oktober. Laporan yang sama menyebut ribuan titik panas terdeteksi di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan dalam periode pemantauan sepuluh hari. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan masih perlu diperhatikan bersamaan dengan ancaman hujan lebat di wilayah lain.

Perbedaan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi upaya mitigasi bencana. Pemerintah daerah perlu memperhatikan kesiapan drainase dan penanganan genangan di kawasan rawan banjir tanpa mengabaikan pemantauan kebakaran serta ketersediaan air di daerah kering. Informasi cuaca yang diperbarui secara berkala menjadi dasar penting untuk menentukan langkah antisipasi sesuai karakter wilayah.

Masyarakat Diminta Memantau Peringatan Dini
Bagi masyarakat perkotaan, informasi prakiraan cuaca dapat digunakan untuk mengatur waktu perjalanan dan kegiatan luar ruangan. Pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan mengurangi jarak pandang atau membuat permukaan jalan licin. Aktivitas di lapangan terbuka juga sebaiknya dihentikan sementara apabila terdengar guntur atau terlihat sambaran petir.

BMKG menyediakan informasi prakiraan hingga tingkat kelurahan dan desa melalui situs serta aplikasi resminya. Layanan tersebut dapat digunakan untuk memeriksa kemungkinan perubahan cuaca yang belum tergambarkan secara rinci dalam prakiraan tingkat kota. Masyarakat juga perlu membedakan informasi prakiraan harian dari peringatan dini yang diterbitkan ketika potensi bahaya meningkat.

Hujan pada Senin ini menjadi pengingat bahwa cuaca Indonesia sedang menghadapi kondisi yang beragam. Sebagian masyarakat perlu bersiap menghadapi hujan dan petir, sementara daerah lain masih menghadapi panas serta udara kabur. Karena itu, kewaspadaan perlu didasarkan pada informasi BMKG yang paling mutakhir, bukan hanya gambaran cuaca nasional secara umum.(*)

Komentar (0)