Jumat, 06 November 2026
Breaking News
Nasional

Prabowo Rencanakan Pembangunan Museum Agung Nasional di Kawasan Monas Jakarta

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Prabowo Rencanakan Pembangunan Museum Agung Nasional di Kawasan Monas Jakarta
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Museum berskala besar tersebut dirancang menjadi destinasi edukasi, sejarah, hiburan, sekaligus rekreasi yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan, terutama pelajar dan generasi muda.

Rencana pembangunan Museum Agung Nasional ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fasilitas kebudayaan dan meningkatkan daya tarik kawasan Monas sebagai salah satu ikon nasional Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa gagasan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Arahan itu disampaikan dalam rapat terbatas yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis.

Menurut Teddy, setelah revitalisasi Galeri Nasional Indonesia dan Museum Nasional Indonesia atau yang dikenal sebagai Museum Gajah selesai, Presiden menginginkan adanya museum dengan skala lebih besar yang mampu menjadi pusat kegiatan sejarah dan pendidikan masyarakat.

Museum tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi pengunjung.

Museum Agung Nasional Jadi Pusat Sejarah dan Edukasi
Pembangunan Grand National Museum direncanakan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sejarah, kebudayaan, dan perjalanan bangsa Indonesia.

Keberadaan museum ini diharapkan dapat memberikan alternatif kegiatan edukatif bagi keluarga, sekolah, mahasiswa, serta wisatawan yang berkunjung ke Jakarta.

Presiden Prabowo juga menaruh perhatian terhadap keterlibatan generasi muda dalam mengenal sejarah nasional. Oleh karena itu, museum berskala besar tersebut diharapkan memiliki konsep yang mampu menggabungkan unsur pendidikan, hiburan, dan rekreasi.

Dengan pendekatan tersebut, museum nantinya diharapkan menjadi salah satu destinasi publik yang tidak hanya dikunjungi untuk melihat koleksi sejarah, tetapi juga menjadi tempat belajar dan mengenal identitas bangsa.

Revitalisasi Monas dan Stasiun Gambir Ikut Dibahas
Selain membicarakan rencana pembangunan Museum Agung Nasional, rapat terbatas di Istana Merdeka juga membahas sejumlah agenda pengembangan fasilitas publik.

Beberapa di antaranya meliputi revitalisasi kawasan Monumen Nasional, pembenahan Stasiun Gambir, serta pengembangan jaringan rel kereta api di Pulau Bali.

Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.

Pembahasan berbagai proyek tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap pengembangan kawasan strategis, khususnya fasilitas transportasi, kebudayaan, dan ruang publik.

Revitalisasi Monas diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertata, nyaman, dan menarik bagi masyarakat. Kawasan bersejarah tersebut juga diharapkan semakin optimal sebagai ruang terbuka publik sekaligus destinasi wisata nasional.

Prabowo Ingin Fasilitas Publik Menjadi Kebanggaan Nasional
Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menginginkan setiap program pembangunan dan revitalisasi fasilitas publik memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Peningkatan kualitas infrastruktur tidak cukup hanya menghasilkan bangunan atau layanan yang lebih baik. Pemerintah juga berharap berbagai proyek tersebut dapat menciptakan fasilitas yang memiliki nilai kebanggaan nasional.

Hal ini termasuk pembangunan Grand National Museum, revitalisasi kawasan Monas dan Stasiun Gambir, serta pengembangan layanan perkeretaapian di Bali.

Melalui berbagai rencana tersebut, pemerintah ingin menghadirkan fasilitas publik yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai sejarah dan identitas bangsa.(*)

Komentar (0)