Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
BANDUNG, BERITANOW.COM – Kepolisian memburu pelaku pembakaran truk Pengendali Massa (Dalmas) dalam kericuhan yang terjadi di kawasan Simpang Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa malam (20/10/2026). Insiden tersebut juga menyebabkan tiga anggota polisi mengalami luka-luka.
Peristiwa itu menjadi perhatian aparat karena penyerangan menyasar kendaraan dinas kepolisian yang digunakan untuk mendukung pengamanan. Polisi kini mendalami kronologi kejadian guna mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
Berdasarkan informasi awal, kericuhan terjadi di sekitar persimpangan Jalan Sulanjana dan Jalan Ir. H. Juanda. Sejumlah orang dilaporkan menyerang petugas dan kendaraan menggunakan benda-benda yang dapat membahayakan keselamatan.
Dalam insiden tersebut, truk Dalmas terbakar setelah menjadi sasaran serangan. Situasi di lokasi sempat menegangkan sebelum petugas melakukan penanganan.
Tiga Anggota Polisi Mengalami Luka
Penyerangan tersebut mengakibatkan tiga anggota kepolisian mengalami luka-luka. Para korban kemudian mendapatkan penanganan medis.
Aparat masih mengumpulkan informasi untuk memastikan rangkaian kejadian, termasuk bagaimana serangan bermula dan siapa saja yang terlibat.
Penyelidikan juga diperlukan untuk menentukan bentuk pertanggungjawaban hukum terhadap pelaku apabila unsur pidana dalam peristiwa tersebut terbukti.
Polisi belum dapat menyimpulkan motif penyerangan sebelum pemeriksaan dan pengumpulan bukti selesai dilakukan.
Polisi Dalami Dugaan Kaitan dengan Demonstrasi
Kericuhan di Simpang Dago berlangsung pada hari yang sama dengan demonstrasi sejumlah elemen masyarakat di Kota Bandung.
Namun, kesamaan waktu tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pembakaran truk Dalmas berkaitan langsung dengan aksi demonstrasi.
Kepolisian perlu memastikan apakah terdapat hubungan antara kelompok yang melakukan penyerangan dan peserta aksi yang sebelumnya menyampaikan aspirasi di lokasi lain.
Informasi mengenai identitas pelaku, motif, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain masih membutuhkan konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum.
Pendalaman ini penting agar penanganan perkara didasarkan pada bukti, bukan asumsi yang berkembang di masyarakat.
Masyarakat Diimbau Tidak Terprovokasi
Di tengah penyelidikan, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi yang keliru berpotensi memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman.
Kepolisian diharapkan menyampaikan perkembangan penyelidikan secara terbuka, termasuk kondisi anggota yang terluka, kerugian akibat pembakaran kendaraan, serta langkah hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat.
Kasus pembakaran truk Dalmas di Bandung kini menjadi ujian bagi aparat untuk mengungkap pelaku sekaligus memastikan penanganan perkara berlangsung profesional dan sesuai ketentuan hukum. (*)