Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta menggelar kampanye pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026). Kampanye ini mengusung tema "Jaga Jakarta: Satu Rumah, Satu Jumantik, Zero Jentik" sebagai upaya menekan kasus DBD di ibu kota.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi PMI DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), serta perwakilan 44 puskesmas di wilayah Jakarta . Sejumlah mitra turut mendukung, termasuk Takeda, Enesis, Pertamina, dan Ekobisnis.com .
Satu Rumah Satu Jumantik
Ketua PMI DKI Jakarta, Beky Mardani, menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa DBD masih menjadi wabah yang mengkhawatirkan. Melalui gerakan satu rumah satu jumantik, setiap keluarga diajak memiliki satu anggota yang berperan sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk .
"Memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengetahui demam berdarah masih menjadi wabah yang mengkhawatirkan. Karena itu, dalam kesempatan ini kami mengajak kepada seluruh masyarakat Jakarta dengan slogan tadi, satu rumah satu jumantik," kata Beky di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat .
Beky juga menekankan pentingnya penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yang meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Menurutnya, PSN 3M Plus perlu dilakukan secara rutin, minimal satu kali dalam seminggu .
"PSN 3M Plus perlu dilakukan secara rutin. Upaya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab setiap keluarga di rumah, tetapi juga perlu dilakukan bersama di sekolah, perkantoran, tempat-tempat umum, dan lingkungan lainnya," ujarnya .
Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Jadi Fokus
PMI DKI Jakarta menyoroti Jakarta Selatan dan Jakarta Timur sebagai wilayah yang memerlukan perhatian khusus dalam pencegahan DBD. Beky menjelaskan bahwa kondisi geografis kedua wilayah tersebut memengaruhi perkembangbiakan jentik nyamuk yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Jakarta .
"Karena memang di wilayah-wilayah tersebut ada banyak struktur tanahnya, air, dan sebagainya itu yang membuat perkembangan jentik-jentik nyamuk menjadi lebih tinggi dibanding wilayah lain," tutur Beky .
Kampanye ini juga menjadi bagian dari Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP) yang telah dilaksanakan di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Program tersebut disebut telah menjangkau 178.358 jiwa di Kelurahan Balekambang dan Pekayon, Jakarta Timur, serta Kelurahan Pengadegan dan Pejaten Timur, Jakarta Selatan .
Edukasi Interaktif dan Target Zero Dengue Death 2030
Kampanye di CFD dikemas secara interaktif agar pesan pencegahan DBD lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diisi dengan fun walk interaktif, pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) komunitas, serta permainan interaktif seperti lempar bola dan ular tangga . Sebuah maskot nyamuk jentik berukuran besar juga dibawa untuk menarik perhatian warga yang sedang berolahraga .
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Arif Syaiful Haq, menyatakan bahwa DBD masih menjadi salah satu penyakit endemis yang memerlukan perhatian serius. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan elemen masyarakat diperlukan untuk memutus rantai penularan .
Pemerintah menargetkan eliminasi total kasus kematian akibat demam berdarah di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2030. "Pemerintah menargetkan eliminasi total kasus kematian akibat demam berdarah di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2030 mendatang, sehingga tidak ada lagi warga yang kehilangan nyawa akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti," tandas Arif.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari laporan berbagai sumber. Beritanow tidak melakukan wawancara langsung dengan narasumber.