Kamis, 08 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Jaringan Gas Nasional

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Jaringan Gas Nasional
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyiapkan integrasi biomethane ke dalam infrastruktur gas yang dimilikinya sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan energi rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi domestik.

Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi PGN bersama Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) dalam pengembangan fasilitas biomethane berbahan baku limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan.

PGN hadir dalam kegiatan groundbreaking fasilitas biomethane yang dikembangkan TTI dan KIS pada Senin (5/10/2026). Fasilitas tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 150.000 MMBTU biomethane per tahun dengan memanfaatkan limbah organik dari industri kelapa sawit.

Pengembangan ini menjadi salah satu langkah awal pemanfaatan biomethane di wilayah Sumatera yang memiliki basis industri kelapa sawit cukup besar. Proyek tersebut juga merupakan tindak lanjut kerja sama antara PGN dan TTI yang telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pengembangan biomethane di Indonesia pada 2022.

Dalam skema kerja sama tersebut, PGN memiliki peran sebagai offtaker atau pembeli biomethane sekaligus transporter. Gas terbarukan yang diproduksi PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI), perusahaan patungan KIS dan TTI, nantinya dapat disalurkan melalui jaringan pipa PGN menuju PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan pelanggan industri lainnya.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas pemanfaatan biomethane di sektor industri.

"PGN siap mendukung melalui infrastruktur dan kapabilitas niaga yang kami miliki agar biomethane dapat dimanfaatkan oleh sektor industri," ujar Fajriyah.

Menurut dia, pemanfaatan biomethane memiliki keunggulan karena dapat memanfaatkan infrastruktur yang selama ini digunakan untuk distribusi gas bumi. Dengan demikian, pelanggan tidak harus membangun sistem baru secara keseluruhan apabila ingin beralih menggunakan sumber energi tersebut.

Biomethane juga dinilai dapat menjadi pelengkap gas bumi dalam mendukung proses dekarbonisasi industri. Kehadirannya memberikan pilihan energi rendah karbon bagi sektor manufaktur yang menghadapi tuntutan pengurangan emisi sekaligus tekanan untuk menjaga daya saing dalam rantai pasok global.

Dari sisi lingkungan, proyek tersebut memanfaatkan palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair pabrik kelapa sawit sebagai bahan baku. Gas metana yang sebelumnya berpotensi terlepas ke atmosfer ditangkap dan diolah menjadi sumber energi.

Pemanfaatan tersebut berpotensi memberikan manfaat ganda, yakni menghasilkan energi sekaligus membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Net Zero Emission 2060 Indonesia.

Selain aspek energi dan lingkungan, pengembangan biomethane membuka peluang hilirisasi industri kelapa sawit. Limbah yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas dapat diolah menjadi energi yang mempunyai nilai tambah.

Fajriyah menilai biomethane mempunyai posisi strategis dalam agenda swasembada energi dan dekarbonisasi sektor industri.

"Ketika biomethane ini mulai berproduksi, industri seperti TMMIN akan memiliki akses terhadap energi rendah karbon yang mendukung daya saing di tengah tuntutan rantai pasok hijau global," katanya.

PGN berharap pola kolaborasi antara perusahaan energi, pengembang biomethane dan pengguna industri tersebut dapat diterapkan di wilayah lain yang memiliki potensi bahan baku serupa.

Pengembangan biomethane menjadi bagian dari langkah PGN memperluas portofolio bisnis rendah karbon. Perusahaan juga terus membuka peluang kerja sama untuk mendukung pemanfaatan sumber energi domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. (*)

Komentar (0)