Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
KINSHASA, BERITANOW.COM — Sebuah pesawat militer jatuh di Kota Kenge, Provinsi Kwango, Republik Demokratik Kongo, pada Jumat (25/9/2026). Seluruh penumpang yang berada di dalam pesawat dilaporkan tewas, termasuk dua perwira tinggi militer Kongo. Pesawat jenis Let L-410 itu sedang dalam perjalanan menuju ibu kota Kinshasa ketika mengalami gangguan teknis di udara.
Kronologi Kejadian
Pesawat bertolak dari Kota Kikwit di Provinsi Kwilu dan dijadwalkan tiba di Kinshasa. Di tengah perjalanan, pilot melaporkan adanya masalah teknis yang memaksa upaya pendaratan darurat.
Namun, Kenge tidak memiliki landasan pacu yang memadai untuk pesawat jenis tersebut. Wakil Gubernur Kwango, Remy Saki Bokinda, menyatakan pesawat akhirnya menabrak sebuah pekarangan rumah warga setelah gagal mendarat.
"Karena tidak ada landasan di Kenge, pesawat itu jatuh menimpa pekarangan rumah," kata Saki, seperti dikutip Reuters. Ia menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dari penghuni rumah di lokasi kejadian. Saksi mata melaporkan pesawat sempat berputar-putar di atas Kenge beberapa kali sebelum akhirnya jatuh dan terbakar.
Korban Jiwa
Dua perwira tinggi yang tewas diidentifikasi sebagai Letnan Jenderal Mutombo Katalayi Tiende, Ketua Pengadilan Tinggi Militer, dan Letnan Jenderal Bakumi Likulia, Auditor Jenderal Angkatan Bersenjata Kongo. Juru bicara militer Kongo, Mayor Jenderal Efomi Ekenge, menyatakan selain kedua jenderal tersebut, dua belas anggota delegasi dan kru pesawat juga menjadi korban.
"Selain dua perwira jenderal, dua belas anggota delegasi serta anggota kru juga kehilangan nyawa dalam kecelakaan ini," kata Ekenge dalam pernyataannya.
Menurut Saki, jasad pilot ditemukan di luar bangkai pesawat, sementara dua belas korban lainnya mengalami luka bakar parah hingga sulit dikenali. Otoritas setempat melaporkan total korban jiwa dalam insiden ini berkisar antara 13 hingga 14 orang, bergantung pada sumber yang berbeda.
Penyelidikan Dibuka
Militer Kongo menyatakan penyelidikan telah dimulai untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan. Ketua Dewan Otoritas Penerbangan Sipil Kongo, Tryphon Kin-Kiey Mulumba, mengaku belum mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Aviation Safety Network mencatat pesawat dengan registrasi 9S-GUC itu diproduksi pada tahun 1983 dan dioperasikan oleh Kin Avia, meskipun terdapat laporan yang saling bertentangan mengenai operator sebenarnya. Data dari The Aviation Herald menyebutkan manifes penumpang dan daftar periksa yang ditemukan di lokasi kejadian mengidentifikasi operator sebagai Tracep.
Kecelakaan ini menambah catatan kelam keselamatan penerbangan di Republik Demokratik Kongo, negara yang memiliki infrastruktur transportasi terbatas dan sering menghadapi tantangan geografis dalam operasi penerbangan.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari laporan kantor berita AP, Reuters, Xinhua, dan basis data Aviation Safety Network.