Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BeritaNow.com – Sepak bola memang punya cara tersendiri mempermainkan perasaan penontonnya. Selama hampir 90 menit, Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya saling menyerang tanpa menemukan jalan menuju gawang. Namun, ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa pemenang, satu tendangan Ivan Mamut mengubah segalanya dan membuat perjuangan panjang tim tamu berakhir menyakitkan.
Persija akhirnya menaklukkan Persebaya dengan skor 1-0 dalam pertandingan pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027 di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026) malam. Gol tunggal Mamut tercipta pada menit ke-89, hanya sesaat sebelum waktu normal pertandingan berakhir. Kemenangan dramatis tersebut sekaligus mengantarkan Macan Kemayoran kembali memimpin klasemen sementara dengan koleksi 21 poin.
Bagi pendukung Persija, hasil ini menjadi hadiah manis setelah hampir sepanjang pertandingan menunggu gol yang tak kunjung datang. Sebaliknya, Persebaya harus pulang tanpa poin meskipun berhasil memberikan perlawanan ketat. Dalam pertandingan seperti ini, perbedaan antara kebahagiaan dan kekecewaan rupanya hanya ditentukan oleh satu bola yang gagal diamankan.
Persebaya Bertahan, Persija Kehabisan Akal?
Sejak peluit awal dibunyikan, Persija berusaha mengambil kendali pertandingan melalui penguasaan bola dan serangan dari kedua sisi lapangan. Tim asuhan Shin Tae-yong beberapa kali mencoba menemukan celah di pertahanan Persebaya. Namun, organisasi pertahanan tim tamu membuat berbagai upaya tuan rumah belum menghasilkan gol.
Persebaya juga tidak datang ke Jakarta sekadar menjadi penonton. Pada menit ke-20, Ramadhan Sananta memperoleh peluang setelah lolos dari jebakan offside dan berhadapan dengan penjaga gawang Nadeo Argawinata. Sayangnya bagi Bajul Ijo, penyelesaian akhirnya belum cukup tajam untuk membawa tim tamu unggul.
Persija kemudian mencoba meningkatkan tekanan melalui Ivan Mamut dan para pemain sayapnya. Peluang dari luar kotak penalti sempat mengancam gawang yang dijaga Reza Arya Pratama. Namun, hingga turun minum, kedua kesebelasan tetap harus menerima kenyataan bahwa papan skor belum berubah dari 0-0.
Ivan Mamut Menghukum Persebaya di Menit Akhir
Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong melakukan perubahan untuk mempertajam serangan Persija. Kwon Chang-hoon dan Rio Fahmi masuk sejak awal babak kedua, sementara tim tuan rumah terus berupaya membongkar pertahanan lawan. Kwon bahkan sempat memperoleh kesempatan mencetak gol melalui kombinasi permainan dengan Rayhan Hannan, tetapi tembakannya belum membuahkan hasil.
Ketika pertandingan memasuki menit-menit terakhir, tekanan Persija akhirnya menghasilkan momen yang ditunggu. Victor Dethan mengirimkan bola dari sisi kanan yang membuka peluang bagi Ivan Mamut di depan gawang. Tembakan pertama penyerang asal Kroasia tersebut berhasil ditepis Reza Arya, tetapi bola pantul kembali jatuh ke jangkauan Mamut.
Tanpa membuang kesempatan kedua, Mamut menyambar bola dan mengarahkannya ke gawang Persebaya pada menit ke-89. Gol tersebut memecahkan kebuntuan setelah kedua tim bertarung hampir sepanjang waktu normal. Persebaya berusaha mengejar ketertinggalan dalam waktu tersisa, tetapi skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang.
Tiga Poin Emas, Persija Kembali ke Puncak
Kemenangan ini mempunyai arti penting bagi persaingan papan atas Super League. Persija mengumpulkan 21 poin dari sembilan pertandingan dan kembali menduduki posisi pertama klasemen sementara. Macan Kemayoran unggul satu angka atas Dewa United yang sebelumnya memimpin persaingan.
Namun, kemenangan tipis tersebut juga menyisakan pekerjaan rumah bagi Shin Tae-yong. Persija membutuhkan waktu hampir sepanjang pertandingan untuk menembus pertahanan lawan meskipun berulang kali membangun serangan. Ketergantungan pada gol di penghujung laga dapat menjadi persoalan apabila menghadapi lawan yang mampu menjaga keunggulan atau memanfaatkan peluang lebih efektif.
Bagi Persebaya, kekalahan ini tentu menyakitkan karena disiplin bertahan selama sebagian besar pertandingan akhirnya runtuh pada saat paling menentukan. Pelatih Bernardo Tavares perlu mengevaluasi bagaimana timnya menjaga konsentrasi ketika pertandingan mendekati akhir. Sebab, dalam sepak bola, bertahan dengan baik selama 89 menit belum tentu cukup apabila satu kesalahan membuat seluruh kerja keras kehilangan hasil.
Persija kini dapat menikmati kemenangan yang mengembalikan mereka ke puncak klasemen, setidaknya untuk sementara. Namun, persaingan liga masih panjang dan setiap pertandingan akan menghadirkan ujian berbeda. Bagi Persebaya, malam di JIS menjadi pelajaran pahit bahwa satu menit terakhir bisa terasa jauh lebih menyakitkan daripada 89 menit sebelumnya.(*)