Penelitian Psikologi Ungkap: Orang Kaya Dan Orang Miskin Bisa Terlihat Di Wajahnya
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
Jakarta, BeritaNow.com - Wajah seseorang sering menjadi hal pertama yang diperhatikan ketika bertemu orang baru. Tanpa disadari, orang terkadang membentuk penilaian mengenai latar belakang, kepribadian, hingga kondisi sosial ekonomi seseorang hanya berdasarkan penampilannya.
Fenomena tersebut menarik perhatian para peneliti psikologi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Journal of Personality and Social Psychology pada 2017 menunjukkan bahwa orang dapat menebak latar belakang kelas sosial seseorang melalui foto wajah dengan ekspresi netral.
Penelitian berjudul The Visibility of Social Class From Facial Cues itu dilakukan oleh R. Thora Bjornsdottir dan Nicholas O. Rule dari University of Toronto, Kanada.
Temuan ini membuka pembahasan mengenai hubungan antara pengalaman hidup, ekspresi wajah, dan cara manusia menilai orang lain.
Eksperimen Wajah Netral untuk Menilai Kelas Sosial
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan foto wajah orang-orang dari latar belakang sosial ekonomi yang berbeda. Foto dibuat dalam kondisi terkontrol dengan ekspresi netral sehingga peserta tidak memperoleh petunjuk langsung dari senyuman atau ekspresi emosional yang mencolok.
Responden kemudian diminta memperkirakan latar belakang kelas sosial orang-orang yang ditampilkan melalui foto tersebut.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa tebakan responden lebih akurat dibandingkan perkiraan acak. Temuan ini mengindikasikan adanya petunjuk visual yang secara tidak sadar digunakan manusia ketika memperkirakan status sosial orang lain.
Meski demikian, kemampuan menebak dalam eksperimen tidak berarti seseorang bisa mengetahui jumlah kekayaan atau penghasilan orang lain hanya dengan melihat wajahnya.
Pengalaman Hidup Bisa Memengaruhi Ekspresi
Salah satu penjelasan yang dibahas dalam penelitian tersebut berkaitan dengan pengalaman emosional yang dialami seseorang selama hidupnya.
Orang yang menghadapi tekanan ekonomi berkepanjangan mungkin mengalami kekhawatiran dan stres yang berbeda dibandingkan mereka yang memiliki kondisi keuangan lebih stabil. Pengalaman tersebut dapat memengaruhi ekspresi, kebiasaan, dan cara seseorang menampilkan dirinya.
Sebaliknya, rasa aman secara finansial juga dapat mengurangi sebagian sumber tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hubungan ini tidak berlaku sama bagi setiap individu.
Stres tidak hanya dialami oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Orang kaya pun dapat menghadapi persoalan keluarga, pekerjaan, kesehatan, maupun tekanan psikologis lainnya.
Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa wajah seseorang pasti mencerminkan kondisi ekonominya.
Mengapa Orang Sering Salah Menilai Penampilan?
Dalam kehidupan sosial, manusia terbiasa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia dalam waktu singkat. Wajah, pakaian, bahasa tubuh, dan cara berbicara sering menjadi bahan pertimbangan ketika seseorang membentuk kesan pertama.
Masalahnya, kesan pertama tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
Seseorang yang terlihat tenang dan percaya diri belum tentu memiliki kekayaan besar. Sebaliknya, orang yang terlihat lelah atau murung tidak otomatis mengalami kesulitan keuangan.
Faktor seperti usia, kesehatan, kualitas tidur, kondisi lingkungan, kebiasaan sehari-hari, dan karakter pribadi juga dapat memengaruhi penampilan wajah.
Oleh sebab itu, penilaian mengenai latar belakang seseorang sebaiknya tidak hanya didasarkan pada penampilan fisik.
Apakah Kekayaan Bisa Diketahui dari Wajah?
Jawabannya tidak secara pasti. Penelitian psikologi tersebut lebih tepat dipahami sebagai bukti bahwa manusia dapat menangkap petunjuk visual tertentu yang berkaitan dengan persepsi kelas sosial.
Temuan itu bukan metode untuk mengidentifikasi kekayaan seseorang secara akurat. Wajah tidak dapat menggantikan informasi nyata seperti pendapatan, kepemilikan aset, kondisi pekerjaan, atau latar belakang ekonomi keluarga.
Selain itu, hasil penelitian dalam situasi eksperimen tidak selalu dapat diterapkan begitu saja pada seluruh masyarakat dengan latar belakang budaya dan sosial yang berbeda.
Menganggap seseorang kaya atau miskin hanya dari raut wajah berisiko menimbulkan stereotip dan perlakuan tidak adil.
Kesimpulan
Penelitian mengenai hubungan wajah dan kelas sosial menunjukkan bahwa penilaian manusia terhadap orang lain dapat dipengaruhi oleh petunjuk visual yang sangat halus. Pengalaman hidup dan ekspresi mungkin ikut membentuk kesan yang ditangkap oleh pengamat.
Namun, tidak ada dasar untuk menjadikan bentuk wajah sebagai ukuran pasti kekayaan seseorang. Kondisi ekonomi merupakan persoalan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar penampilan fisik.
Pesan penting dari penelitian ini adalah perlunya memahami perbedaan antara kesan pertama dan fakta. Mengenal seseorang secara lebih mendalam tetap jauh lebih dapat diandalkan daripada menilai kehidupannya hanya dari wajah.